Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Metode Pembelajaran STEAM dalam Proses Pembelajaran

Rudiyanto.-Dok Pribadi-

Secara bahasa, metode pembelajaran STEAM adalah singkatan dari Science (Sains), Technology (Teknologi), Enginering (Teknik), Arts (Seni) dan Mathematics (Matematika). Sedangkan secara istilah, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran STEAM merupakan metode pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan atau kompetensi pengetahuan (kognitif) atau teori saja akan tetapi juga bagaimana agar para peserta didik dapat menerapkan dan memiliki keterampilan (psikomotorik) untuk memcahkan masalah sesuai dengan dunia nyata peserta didik dengan pendidik sebagai fasilitatornya.

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam mengimplementasikan metode pembelajaran STEAM antara lain adalah sebagai berikut:

 

1. Membuat modul pembelajaran yang sesuai dengan metode pembelajaran STEAM

Sebelum memulai proses pembelajaran, tiap-tiap pendidik diharuskan untuk membuat modul ajar sebaik mungkin. Untuk mengimplementasikan metode pembelajaran STEAM ini, modul ajar hendaknya dapat dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik) secara mendalam

 

2. Pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning) dan berbasis masalah

Metode pembelajaran STEAM harus berpusat pada peserta didik. Hal ini dikarenakan, metode ini menuntut para peserta didik untuk dapat mempraktikkan materi atau teori pembelajaran ke dalam kehidupan nyata peserta didik. Selain itu, metode ini juga menuntuk keterampilan tiap-tiap peserta didik untuk dapat memecahakan berbagai masalah yang telah ditentukan oleh pendidik

 

3. Berbasis STEAM

Metode pembelajaran STEAM yang diimplementasikan oleh pendidik didalamnya harus memuat mencakup pendekatan Science (Sains), Technology (Teknologi), Enginering (Teknik), Arts (Seni) dan Mathematics (Matematika). Sehingga proses pembelajaran yang dihadirkan oleh pendidik dapat menambah wawasan dan keterampilan sains, teknologi, teknik, seni dan matematika peserta didik.

 

4. Menodorong rasa ingin tahu peserta didik

Kecerdasan peserta didik seiring dengan rasa ingin tahu dalam dirinya. Dengan demikian, pendidik diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang dapat memantik rasa keingintahuan peserta didik terhadap materi yang disampaikan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan