Anak Pejabat
Ilustrasi-screenshot-
Setelah mendapatkan jawaban dari beberapa sopir yang merupakan anak buahnya, sang informan kemudian menelpon seseorang untuk melaporkan kepada bigbosnya.
“Rencana kita sudah berjalan sesuai dengan keinginan kita, Pak”
“Anak Bapak yang kita buat seolah-olah hilang juga masih aman di persembunyiannya”
“Siap pak!”
Setelah itu sang informan menutup percakapan mereka, dan berlalu menuju desa Dalpel untuk melanjutkan rencana mereka selanjutnya.
Dua orang pengintai yang ternyata anak buah kepala desa itu sungguh sangat terkejut. Mereka baru tahu bahwa dalang di balik semua karut marut masalah di desa mereka dibuat oleh sang pejabat.
“Kita harus melaporkan ini kepada pak Kades”
*****
Pagi itu rumah sang pejabat sudah ramai oleh warga desa. Beberapa orang polisi sudah berada di rumah sang pejabat. Dan tidak beberapa lama keluar sang pejabat dan informan dengan tangan diborgol. Di saat semua menyangka hanya dua orang itu yang ditangkap, ternyata masih ada satu lagi seseorang keluar dengan tangan terborgol. Masyarakat bertambah terkejut karena yang keluar terakhir adalah anak sang pejabat yang selama ini dinyatakan hilang.
Polisi menangkap sang pejabat dan komplotannya berdasarkan laporan dua orang anak pak Kades yang waktu itu mengintai aktivitas informan dan sopir mobil besar. Dari informan itulah didapat informasi bahwa sang pejabat sengaja membuat isu hilangnya anak-anak desa.