Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Mudik

Marhaen Wijayanto.-Dok Pribadi-

Tak lama kemudian si Topik datang membawa jurnal ramadan. Si juara kelas teman Laras itu harus menerima kenyataan kedua ortunya tidak mudik karena bekerja di Jakarta. Si bintang  kelas itu tinggal bersama pamannya. Lebaran esok sudah kedua kalinya orang tua Topik tidak mudik. Ia tak menyerah, meski harus membantu pamannya bekerja serabutan.

 

Ia kirimkan foto-foto kue putieng-putieng ke orang tuanya di Jakarta. Saya mengajari nenek mengoperasikan gawai, beliau yang ketinggalan zaman menjadi sadar, jarak dan waktu sudah bukan lagi masalah, tapi mudik tak dapat digantikan dengan kebahagiaan apapun saat lebaran.  Berbahagialah saya karena masih bisa mudik dan berkumpul bersama orang tua.  Mudik adalah simbol kebahagiaan. Penanda perubahan zaman yang tak lagi sama dari waktu ke waktu. ***

 

 

----------

Marhaen Wijayanto, penulis kelahiran Boyolali, Jawa Tengah. Menyelesaikan jenjang Pendidikan dasar di Boyolali dan strata satu di Universitas PGRI Semarang.  Saat ini sedang menunaikan tugas sebagai Kepala SD Negeri 7 Simpang Teritip, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Untuk berkomunikasi dengan penulis bisa melalui [email protected]  

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan