Purbaya Yakin Stabilitas Fiskal dan Ekonomi RI
Purbaya Yakin Stabilitas Fiskal dan Ekonomi RI.-screenshot-
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Pertemuan itu bertujuan memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan ekonomi dan stabilitas fiskal Indonesia di hadapan lembaga penilai dunia.
Dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings tersebut, Menkeu mengaku mendapat penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah. Kebijakan yang ditempuh di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai mampu meyakinkan lembaga internasional terkait disiplin anggaran negara.
Purbaya menegaskan pemaparan yang dilakukan berhasil menjawab skeptisisme global terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. “Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” kata Menkeu Purbaya dalam siaran persnya, Kamis (16/4).
Ke depan, Bank Dunia disebut menyatakan minat kuat untuk memperdalam kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Fokus kerja sama tersebut, mencakup dukungan bagi pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta penyediaan pembiayaan bagi berbagai proyek strategis di negara berkembang. Selain bertemu lembaga multilateral, Menkeu Purbaya juga melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York, termasuk raksasa manajemen aset BlackRock.
Hadir pula perusahaan keuangan besar seperti Fidelity, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), Eaton Vance, dan MFS. Purbaya menyatakan, investor global, khususnya dari Amerika Serikat, menunjukkan ketertarikan tinggi pada instrumen sektor keuangan Indonesia. Ketertarikan tersebut menyasar pada instrumen fixed income (pendapatan tetap) maupun equity (saham).
Meski minat tinggi, Purbaya menjelaskan aliran modal yang akan masuk lebih cenderung fokus pada instrumen pasar keuangan. “Ini sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun, kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” imbuhnya. Pertemuan strategis dengan para investor ini diharapkan dapat memperkuat basis modal asing di Indonesia. (ant)