Purbaya Umumkan Kondisi BBM
Purbaya Umumkan Kondisi BBM.-Antara-
Pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan cadangan BBM di dalam negeri hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan di dalam negeri di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran ini belum membuat “Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya dikutip Selasa (10/3).
Purbaya menyebut perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, menurut Purbaya APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak. “Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Purbaya mengaku pemerintah mesti menunggu waktu selama sebulan saat harga minyak dunia naik. Alasannya, sewaktu-waktu harga minyak dunia bisa turun lagi jika konflik di Timur Tengah sudah mereda."Kalau sekarang USD 100 per barel, habis itu jatuh ke USD 50 per barel rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin. Jadi jangan terlalu cepat-cepat," tutur Purbaya.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan. Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah bisa mengatasi kenaikan harga minyak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya. “Kami sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya. Sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan BBM masih mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan IdulfFitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus USD 118 per barel.
Diketahui, harga minyak mentah jenis Brent mencapai USD 118 per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar USD 64 per barel, dan US WTI berada di angka USD 57,87 per barel.(ant)