Pemerintah Perlu Pantau Harga Pangan
Pemerintah Perlu Pantau Harga Pangan.-screenshot-
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah harus menempatkan perhatian khusus pada komoditas pangan non-beras, terutama hortikultura seperti bawang dan cabai.
Pasalnya, menurut dia, kedua komoditas ini hampir selalu mengalami lonjakan harga pada periode musiman tersebut dan menjadi penyumbang inflasi terbesar. “Maka perlu dilakukan pemantauan dari jalur distribusi, operasi pasar dan memantau dari sisi harga,” katanya.
Selain itu, ia mengatakan peran Bulog harus diperkuat pada momen-momen ini. Bulog tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga beras, tetapi juga bisa berperan dalam menjaga pasokan pangan lain yang rawan inflasi. Faisal menjelaskan pola musiman inflasi yang terjadi awal tahun ini. Pada Januari 2026, inflasi melemah setelah momentum Natal dan Tahun Baru, bahkan tercatat deflasi sebesar 0,15 persen dibandingkan Desember 2025.
Namun, memasuki Februari yang bertepatan dengan Imlek dan menjelang Ramadan, potensi inflasi kembali meningkat. “Setelah deflasi Januari, kemungkinan besar inflasi akan kembali naik di Februari dan Maret, dengan puncaknya pada Lebaran,” ucap dia.
Kemudian, untuk komoditas beras, ia menjelaskan panen raya yang diperkirakan terjadi pada Februari hingga April akan menambah ketersediaan beras, sehingga dapat membantu meredam tekanan inflasi. Namun, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, menurut dia, tetap harus menjadi perhatian karena biasanya melonjak pada periode puasa hingga Lebaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin melaporkan bahwa pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Namun, secara tahunan (year-on-year/yoy) masih terjadi inflasi sebesar 3,55 persen. Deflasi Januari 2026 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil deflasi 0,30 persen.
Komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok tersebut antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Sementara itu, penyumbang utama inflasi secara tahunan berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 1,72 persen.(ant)