Hadirkan Suci Tanah Pembantaian
Rahasia Intelijen.-screenshot-
Band metal alternatif, Rahasia Intelijen meluncurkan lagu terbaru yang bertitel Suci Tanah Pembantaian. Dirilis di bawah label Halos Records, lagu tersebut memuat kritik keras dalam liriknya. Hadir dengan aransemen yang agresif, matang, dan penuh energi, Suci Tanah Pembantaian hadir sebagai sebuah pernyataan musikal yang menyoroti konflik berkepanjangan atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun.
Formasi terbaru Rahasia Intelijen terdiri dari Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo. Kehadiran Winky Wiryawan, yang dikenal luas sebagai DJ, aktor, dan musisi, membawa warna tersendiri dalam eksplorasi musikal Rahasia Intelijen.
Sementara itu, Anindya yang juga dikenal sebagai vokalis band Saint Loco memperkuat karakter agresif dan intens dalam musikalitas. Latar belakang para personel yang beragam, dengan pengalaman panjang di industri kreatif dan musik Indonesia, menjadikan identitas Rahasia Intelijen semakin solid dan matang.
Anindya Pramadhyana mengatakan bahwa single Suci Tanah Pembantaian dari Rahasia Intelijen mengangkat isu mengenai tanah yang disucikan dan diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia. Di balik narasi religius yang selama ini berkembang, wilayah tersebut terus menjadi arena pertumpahan darah dengan lapisan kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan perdagangan. "Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu," ungkap Anindya Pramadhyana.
Dalam liriknya, Suci Tanah Pembantaian membahas bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan, sementara pihak yang paling diuntungkan dari konflik berkepanjangan ini adalah para elit dan pemegang kekuasaan. Di sisi lain, masyarakat sipil tetap menjadi korban utama dari situasi yang tidak kunjung usai. Meski terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung hingga hari ini, lagu itu juga merefleksikan realitas sosial yang lebih luas.
Rahasia Intelijen menyoroti meningkatnya sentimen antar pemeluk agama, perang opini di ruang publik, serta derasnya arus disinformasi yang memecah masyarakat. Dengan pesan yang kuat, Rahasia Intelijen ingin menyuarakan pentingnya persatuan dan menjaga kemanusiaan di tengah berbagai konflik global, tanpa kehilangan fokus terhadap tanah tempat berpijak dan kehidupan yang dijalani. (ant)