Ingin Tumbuh Bersama dengan Musisi Muda
Debby Lufiasita.-screenshot-
Produser musik, Debby Lufiasita menilai industri musik kerap dipandang sebagai medan yang keras, penuh persaingan, dan menuntut mental baja. Oleh sebab itu, dia melalui interaksi di Instagram @lufiasita, tidak hanya ingin menampilkan sisi glamor dunia hiburan, tetapi juga realitas perjuangan di baliknya.
Bagi Lufiasita, terjun ke dunia musik bukan sekadar mengejar popularitas sesaat. Pengalamannya merilis lebih dari 10 karya di berbagai digital streaming platform (DSP) menyadarkannya bahwa menjadi produser musik menuntut ketahanan luar biasa.
"Menurut aku memang enggak mudah sama sekali. Banyak proses yang harus dilewati, mulai dari belajar teknis, mental, sampai konsistensi berkarya. Kadang capek, kadang ragu," ungkap Lufiasita dalam keterangan resmi.
Melihat tantangan tersebut, perempuan kelahiran Karawang, 9 Oktober 1992 itu memiliki pandangan tersendiri terhadap rekan-rekan musisi di Indonesia. Lufiasita tidak ingin industri musik menjadi arena sikut-sikutan, melainkan wadah untuk saling mendukung.
Melalui label rekamannya, Nueve Records, dia bertekad menciptakan lingkungan yang sehat bagi para talenta baru. "Harapanku, aku bisa terus konsisten berkarya dan berkembang. Aku ingin karyaku bisa didengar lebih luas, sekaligus membuka ruang untuk musisi-musisi muda lainnya agar bisa tumbuh bersama dan saling menguatkan," jelasnya. Lufiasita juga menekankan pentingnya pola pikir jangka panjang bagi para musisi muda. Berbekal pengalamannya di dunia branding dan PR, dia melihat bahwa seniman masa kini harus memikirkan aspek bisnis dan keberlanjutan (sustainability), bukan hanya viral sesaat. "Dari dunia influencer dan musik aku belajar banyak soal personal branding dan kepercayaan. Peluang di dunia kreatif ini bisa dikembangkan lebih jauh, membangun usaha yang berkelanjutan," beber Lufiasita.
Lewat visi tersebut, Debby Lufiasita berharap dapat menjadi katalis bagi perubahan positif di industri musik, komentar negatif diubah menjadi bahan evaluasi, dan persaingan diubah menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan. (ant)