Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Ikhtiar Maya Hasan Mewujudkan Mimpi

Maya Hasan.-screenshot-

Maya Hasan mengungkap sejumlah harapan yang ingin diraih sepanjang tahun baru 2026. Dia ingin tetap eksis dalam 3 dunia yang dijalaninya selama ini, sebagai pemain harpa, aktris, dan music healer.

Pemilik nama lengkap lengkap Haris Maya Christina Hasan itu mengawali perjalanannya dengan teater, lewat EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) pada 1990an. Dia juga sempat menjadi sutradara dan penulis naskah, lewat keterlibatannya dengan sanggar yang berbeda.

Sementara film perdana Maya Hasan yakni berjudul, Koper, dirilis pada 2006. Namun, dia sempat 14 tahun vakum atau tidak bermain film. Dari bidang musik, Maya Hasan sebetulnya memulai perjalanan pada awal 1990. Memasuki 1993, dia memulai karier sebagai harpist professional, sekembalinya dia dari studi di Willamette University, Oregon, USA. Maya Hasan kemudian bermain dengan sejumlah orkestra dan grup di Indonesia. Selain itu, dia juga aktif belajar music for healing. Pada 2013, Maya Hasan mendapat lisensi untuk menjadi semacam professional bersertifikat sebagai healer via musik. Dia kemudian membuka Grotto, dnegan tagline, A Home for Harmonious Body and Mind Function, a Holistic Healing Boutique by Maya Hasan.

Klinik Grotto dibuka di kawasan Jalan Terogong Raya, Pondok Indah, Jakarta sejak 2020 lalu. "Aku sangat terbantu dengan asisten-asistenku yang mengatur waktuku. Tetapi juga aku sangat mempercayai Tuhan. Tuhanlah yang sebenarnya menentukan waktu-waktu ku dan tentu kehidupanku," ungkap Maya Hasan mengenai caranya melewati kesibukan. Meski sibuk di sejumlah bidang, Maya Hasan tetap aktif sebagai harpist. Dia kerap tampil di berbagai konser. Menurutnya, tampil di panggung merupakan sebuah kesenangan yang tidak tergantikan sejak awal karier. "Panggung adalah tujuanku, terutama saat memulai karier di 1993 dulu di Indonesia. Sekarang di stage aku feel so comfortable. Sebuah kebutuhan yang seperti ikan dicemplungkan ke dalam di air. Dapat bernapas lega, bergerak ke sana ke mari. Cintaku terhadap musik, panggung dan harpa kalau dihitung sebagai angka, ada di angka 10 saat ini. Mutlak dan yang paling utama," jelasnya.

Selama 2025, Maya Hasan bersyukur karena merasakan banyak berkat serta mewujudkan mimpi-mimpi. Dia bisa tampil di Espalanade Singapura, diundang oleh Shanghai Nine Trees Philharmonic Orchestra, dipimpin maestro Muhay Tang, hingga berkolaborasi dengan Singapore Strait Ensemble, pada konser pada Oktober 2025. Pada session tersebut, Maya Hasan bermain untuk sebuah komposisi spesial, Dreaming of Fengpu.

Komposisi tersebut ditulis oleh Danny Dong. "Tentu saja aku sangat bersyukur, miracles still happen to all. Bahkan saat saya sudah di saat ini. Aku berharap ini bisa menginspirasi semua, bahwa Impian bisa tercapai tiada peduli pada usia berapa pun," beber Maya Hasan. Mimpi Maya Hasan tidak berhenti di situ. Perempuan kelahiran 10 Januari 1972 itu ingin terus berkarya di kancah musik dan perfilman pada tahun ini. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan