Dari Laut ke Cangkir Kopi: Membangun Sinergi Pariwisata dan UMKM Bangka Belitung
Fitria Asmara dan Septian Azmiadi.-screenshot-
Oleh: Fitria Asmara dan Septian Azmiadi
Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah menapaki babak baru dalam arah pembangunannya.
Setelah puluhan tahun menggantungkan ekonomi pada tambang timah, kini roda pembangunan mulai berputar ke arah yang lebih hijau dan berkelanjutan, yakni pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Pergeseran ini bukan sekadar tren, melainkan keharusan strategis untuk keluar dari jebakan komoditas yang kian menipis dan berisiko fluktuasi global.
Dengan panorama laut biru, pantai berpasir putih, dan batu granit legendaris, Babel sebetulnya memiliki modal pariwisata yang tak kalah dari Bali atau Lombok.
Namun potensi alam sebesar ini belum sepenuhnya berpadu dengan kekuatan masyarakatnya.
Di sinilah UMKM memainkan peran penting sebagai penggerak ekonomi rakyat, agar wisata tak berhenti di hotel dan restoran besar, melainkan berdenyut sampai ke desa-desa pesisir dan pengrajin lokal.