Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Hujan Menurun, Kemarau Meluas

Ilustrasi-screnshot-

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa musim kemarau terus meluas di Indonesia dengan cakupan mencapai 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah. 

-------------

KENDATI demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan yang masih dapat terjadi di sejumlah daerah dalam sepekan ke depan akibat pengaruh dinamika atmosfer.  BMKG melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia saat ini didominasi curah hujan berintensitas rendah. 

Dalam keterangannya, Sabtu 19 Juli 2026 tercatat sekitar 72 persen wilayah mengalami curah hujan rendah, sementara 26 persen wilayah masih mengalami curah hujan sedang dan hanya sebagian kecil yang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. 

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, serta beberapa wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Meski musim kemarau terus meluas, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di beberapa daerah.   Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sebesar 75 mm per hari, diikuti Kota Padang, Sumatra Barat (55,5 mm per hari), Kota Singkawang, Kalimantan Barat (44 mm per hari), dan Kota Medan, Sumatra Utara (21 mm per hari).

Menurut BMKG, hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang aktif melintasi sebagian Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi pada periode tersebut.

Curah Hujan Rendah 

BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan kondisi cuaca di Indonesia secara umum masih didominasi curah hujan rendah dengan cakupan wilayah yang semakin luas.  Pada dasarian ketiga Juli 2026, curah hujan rendah diperkirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika iklim global yang cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.   BMKG juga memperkirakan fenomena El Nino akan terus menguat sepanjang 2026 sehingga berpotensi memperkuat kondisi musim kemarau.

Meski demikian, aktivitas MJO diprediksi masih aktif di wilayah Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara sehingga dapat meningkatkan peluang hujan di wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta perairan Samudra Pasifik utara Papua. 

Kondisi tersebut didukung oleh terbentuknya belokan angin (shearline), daerah konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat sehingga masih mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

Sementara itu, cuaca di Indonesia umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan