MBG 3B: Bumil, Busui, Balita
Ilustrasi-screnshot-
BUKAN Makan Bergizi Gratis (MBG) biasa, ternyata ada juga MBG 3B. Apa itu?
-------------
ADALAH program MBG yang menyasar ibu hamil atau bumil, ibu menyusui atau busui, dan Balita.
Program ini diklaim menghadirkan generasi Indonesia yang lebih sehat dimulai sejak awal kehidupan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG sendiri menyasar sejumlah kelompok masyarakat, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-Pendidikan Anak Usia Dini (non-PAUD) atau MBG 3B.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi ibu dan anak merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah stunting.
"Kenapa MBG 3B itu penting? Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi. Inilah wujud kehadiran negara melalui Program MBG 3B untuk menjawab penyebab stunting yang berkaitan dengan pemenuhan gizi," kata Wihaji.
"Karena itu, sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Secara teknis, pelaksanaannya akan terus disinergikan antara Kemendukbangga/BKKBN dengan Badan Gizi Nasional," tambahnya.
Menurut Wihaji, keberhasilan MBG 3B tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan bergizi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antarkementerian dan lembaga. Karena itu, sinkronisasi data menjadi langkah penting agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan capaian program dapat terukur secara akurat.
Selain itu, ia juga mendorong agar pelaksanaan program mempertimbangkan kondisi geografis, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk dukungan bagi para kader yang menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan.
Menurutnya, variasi insentif sesuai beban kerja dan kondisi wilayah, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kader perlu menjadi perhatian bersama.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menekankan pentingnya penggunaan data yang selaras antarinstansi sebagai dasar pelaksanaan program.
"Secara teknis mohon ditindaklanjuti, terutama oleh Kapusdatin kami. Sumber datanya dipelajari, cara memperolehnya dipelajari, sehingga nantinya kita memiliki data yang sama-sama mendekati valid dan menjadi acuan bersama, baik di Kemendukbangga/BKKBN maupun di BGN," ungkap Wihaji.
Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain finalisasi Pedoman Teknis Distribusi Makanan, penguatan edukasi gizi dan keamanan pangan bagi sasaran MBG 3B, penguatan peran kader dalam pendampingan dan edukasi gizi, pengawalan keamanan pangan, serta dukungan pemenuhan kebutuhan kader pendamping Program MBG.