Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Republik Bangkrut

Ahmadi Sopyan-screnshot-

6)Penegakan hukum yang lemah dan peraturan yang tumpang tindih

7)Kewenangan Daerah semakin kecil dan terpusat di  Pemerintah Pusat. Amanah reformasi yang salah satunya adalah Otonomi Daerah sudah tidak ada lagi.

Dari 7 faktor tersebut, yang tiada lain penyebab terbesarnya adalah mental para aparatur negara kita.

Bangkrut Budaya, Bangkrut Ideologi

JIKA ditelisik lebih mendalam, parahnya kebangkrutan ekonomi di Republik tidak lepas dari bangkrutnya kearifan lokal (local wisdom) di kalangan masyarakat serta semakin remang-remangnya ideologi bangsa. 

Perkembangan zaman dan canggihnya teknologi yang tidak diiringi dengan kesiapan mental masyarakat kita, ditambah lagi dengan beberapa tahun lalu terbukanya pintu yang demikian lebar bagi para kuli-kuli (entah kuli benaran ataukah  kuli  terlatih) dari China dipastikan berdampak secara sosial bagi generasi mendatang. Bahkan bukan hanya dampak sosial, tapi politik, ekonomi, budaya bahkan keamanan. Artinya, untuk saat ini, jangankan para pengusaha, kuli dan buruh saja di negeri ini terancam akibat banyaknya pendatang dari China yang terus menerus berdatangan. 

Oleh karenanya, ada beberapa hal yang penting dilakukan sesegera mungkin dilakukan oleh pemerintah kita saat ini, baik di tingkat daerah maupun pusat, antara lain: Fokus pada satu bidang pembangunan yang dianggap cepat mengembalikan keadaan negara, misalnya di bidang pariwisata, memperkokoh peran TNI dalam pengamanan negeri bukan mengisi posisi sipil oleh TNI, terutama permasalahan ideologi yang kian terkikis, peraturan dan hukum harus ditegakkan serta sinergitas antar lembaga negara harus kembali dieratkan. Sinergitas ini menjadi sulit karena sampai saat ini kita bangsa Indonesia sepertinya tidak punya lagi  guru bangsa  sebagai lem perekat para pemimpin yang sedang memegang tampuk kekuasaan dalam berbagai lembaga negara.

Sebagai rakyat yang jauh dari kekuasaan dan pengetahuan tentang negara, saya secara pribadi melihat era sekarang adalah era yang paling parah tanpa arah. Entah kemana janji-janji kampanye tempo doeloe. 

Sudahlah, tulisan kali ini sangat semerawut dan singkat, karena yang menulis sedang bangkrut ide. 

Salam Bangkrut!!(*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan