Amirul Hajj Apresiasi Armuzna
Jemaah Haji Indonesia.-screnshot-
AMIRUL Hajj 2026, Romo H.R. Muhammad Syafii mengapresiasi tinggi pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
-------------
JEMAAH Indonesia tidak lagi mengalami kebingungan dan kerepotan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Saya tidak melihat jemaah kita berkeliaran di terik matahari mencari tenda. Semuanya tertib,” ungkap Romo Syafii saat berada di Mina.
Ia menjelaskan, terobosan penting dilakukan dengan mencantumkan nama kloter pada setiap tenda. Jemaah langsung tahu lokasi tendanya. Selain itu, tenda-tenda dilengkapi pendingin udara sehingga suasana lebih nyaman.
Proses pemindahan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian ke Mina juga berjalan lancar dengan sistem pemanggilan bertahap. Jemaah yang belum dipanggil diminta tetap di kamar hotel, sehingga tidak terjadi kerumunan di lobi.
Di Mina, kehadiran 18 unit mobil Buggy sangat membantu jemaah yang masih kesulitan beradaptasi, terutama pada hari pertama.
Romo Syafii merekomendasikan agar jumlah kendaraan tersebut ditambah pada tahun mendatang.
“Soal kesehatan juga jauh lebih baik. Tahun ini hampir tidak ada yang dirawat di KKHI. Kerjasama dengan Saudi German Hospital membawa hasil nyata,” katanya.
Romo Syafii juga menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Arab Saudi memberikan apresiasi langsung atas kinerja petugas haji Indonesia yang dinilai jauh lebih baik. Petugas haji tahun ini telah menjalani retreat di Pondok Gede selama 20 hari ditambah pelatihan daring 10 hari, sehingga lebih siap dan disiplin.
Secara keseluruhan, Romo Syafii menyatakan pelayanan haji 2026 di bawah Kementerian Hajj dan Umrah yang dipimpin Gus Irfan Yusuf dan Daniel Anzar telah memberikan pengalaman yang jauh lebih tenang dan nyaman bagi jemaah.
“Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi, karena tahun ini tim baru bekerja dalam waktu yang sangat singkat. Tahun depan sudah mulai lebih awal,” pungkasnya.***