Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pidato Prabowo 'Warga Desa tak Pakai Dolar' Dibahas Media Malaysia

Sorotan Media Malaysia-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Sudah saatnya Presiden RI, Prabowo Subianto mengontrol omongannya tiap kali pidato.  Apalagi tanpa teks.  Kondisi perekonomian nasional 'tidak sedang baik-baik' saja, salah satu indikatornya adalah terus terpuruknya rupiah atas dollar AS.

Majalah Internasional, The Economist yang disunting di London, Inggris, menerbitkan kritik tajam terhadap arah ekonomi di masa pemerintahan Prabowo Subianto.  Majalah ini menuding kebijakan fiskal berpotensi membahayakan stabilitas makroekonomi.  Bahkan juga menyinggung bahaya kemunduran demokrasi, dan memperingatkan risiko krisis keuangan seperti pada tahun 1998.

Ironisnya, Prabowo tetap percaya diri.  Bahkan sempat mengeluarkan pernyataan yang justru mengundang banyak respon negatif dan hujatan.   Prabowo saat itu mengatakan kalau Dolar terus menekan Rupiah tak berpengaruh pada kehidupan di desa.

“Mau Dolar berapa kek, kan di desa gak pakai Dolar,” katanya lagi.

Prabowo malah berseloroh pada mantan istrinya yang juga anggota DPR Titiek Suharto.  Prabowo menilai kalau Dolar terus menekan Rupiah yang bingung adalah mereka yang sering ke luar negeri.

Tanggapan Media Malaysia

Tak hanya respon dan hujatan dalam negeri, tapi pernyataan Prabowo itu juga mendapat tanggapan negatif dari media Malaysia.  Media Malaysia Astro AWANI mengupas pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan kalau ia acuh tak acuh dengan kenaikan harga Dolar.

Judul itu juga menjadi headline dengan kalimat:

‘Rakyat di Desa Tak Guna Dolar'.

“Presiden Indonesia itu berkata penyusutan nilai rupiah tidak memberi kesan langsung kepada kebanyakan rakyat terutama di desa yang lebih menumpukan kepada keperluan asas seperti makanan dan tenaga. #AWANInews,” tulis Astro AWANI lewat caption instagram.

Astro AWANI menampilkan video Prabowo yang mengatakan kalau warga desa tak pakai Dolar.

Astro Awani adalah saluran berita Malaysia yang didirikan dan saat ini disiarkan melalui layanan streaming dan penyedia TV berbayar yang dimiliki oleh Astro Awani Network Sdn Bhd dan dioperasikan oleh Astro.  Netizen juga menyoroti sorotan isu tersebut yang juga dibahas hingga Malaysia.

Dengar Wo..., mumpung belum terlambat?***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan