PPIH: Semua Jemaah Dilayani Maksimal, Termasuk Jemaah Haji Mandiri
Jemaah Haji Saat Siap ke Makkah. -screnshot-
PETUGAS Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan jemaah haji Indonesia yang berangkat secara mandiri tetap mendapatkan pelayanan dan pendampingan lengkap selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
----------------
KEPALA Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan setiap tahun selalu ada jemaah yang tidak bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun Lembaga Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (LBIHU).
“Jemaah mandiri tetap kami layani. Mereka akan dibimbing oleh pembimbing ibadah di masing-masing kloter, juga dibantu ketua rombongan dan ketua regu,” ujar Abdul Basir di Jeddah.
Menurutnya, pendampingan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan ibadah, layanan kesehatan, perjalanan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
“Pemerintah tetap hadir membimbing, baik dari sisi ibadah, kesehatan, maupun perjalanan. Semua dilakukan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Abdul Basir menegaskan Kementerian Haji dan Umrah RI berkomitmen memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang pembimbingan jemaah. Baik melalui KBIHU maupun mandiri, seluruh jemaah menjadi tanggung jawab pemerintah.
Pola pelayanan berbasis kloter menjadi salah satu strategi utama agar seluruh jemaah tetap terpantau dan mendapatkan pendampingan optimal selama di Arab Saudi.
Seluruh Layanan, Lancar
Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan update, bahwa memasuki hari ke-26 operasional, seluruh layanan haji Indonesia berjalan lancar dan terkendali. Hingga data terbaru, sebanyak 430 kloter dengan total 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air.
Sebanyak 418 kloter dengan 151.382 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Makkah. Sementara melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, tercatat 154 kloter dengan 59.101 jemaah dan 617 petugas. Jemaah haji khusus yang telah tiba mencapai 11.739 orang.
"Hari ini menjadi momentum penting dengan berakhirnya pergerakan jemaah gelombang pertama dari Madinah ke Makkah," ujar Juru bicara Kemenhaj Suci Annisa melalui kanal resminya.
Seluruh kloter reguler yang semula berada di Madinah kini telah berada di Makkah untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Armuzna. Proses pergerakan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara petugas, syarikah, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah.
Saat ini, petugas Daker Madinah juga mulai bergeser ke Makkah untuk memperkuat persiapan Armuzna. Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural pada 15 Mei 2026 berhasil mencegah keberangkatan 32 WNI di Bandara Soekarno-Hatta yang diduga akan berangkat tanpa dokumen resmi.