Hanya 13 Bandit Kelas 'Kroco' Diproses Hukum? Apa Kabar Asui?
Ilustrasi-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Keberhasilan TNI AL mengamankan 16 ton pasir timah di wilayah Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, hingga kini masih meninggalkan misteri? Siapa pemiliknya? Tampaknya masih menunggu proses lebih lanjut.
Sementara itu, dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), hingga kini keberadaan cukong timah Suyatno alias Asui, dari Keposang, Toboali, Bangka Selatan (Basel), hingga kini 'lenyap' bak ditelan bumi. Status buronan dan tanpa kabar berita.
Ia menjadi target pengejaran Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pendanaan penyelundupan pasir timah ilegal ke Malaysia. Rumahnya di Desa Keposang digeledah, di mana polisi menyita kendaraan mewah dan alat berat sebagai barang bukti. Bahkan upaya pencekalan ke luar negeri telah dikoordinasikan. Penggeledahan juga sudah beberapa kali dilakukan.
Hal yang cukup miris untuk kasus-kasus seperti ini adalah, adanya 13 orang yang berhasil diringkus, terhitung masih dari kelas 'kroco'. Belum ada yang terhitung dari kalangan penentu, apalagi kelas cukong.
Kediaman sang cukong Asui sempat beberapa kali digeledah pihak Bareskrim Mabes Polri. Bahkan brankas milik sang cukong yang sebelumnya disegel, juga dibongkar. Dan isinya ternyata hanya angpau dan handphone kecil saja. Tidak ada barang berharga dalam brankas cukong yang hingga kini masih diburu itu. Selain itu, berkas dan surat surat mobil. Saat itu, disaksikan Kadus, istri Asui serta pengacara keluarga.
Asui Sang Penyandang Dana?
Asui adalah terduga penyandang dana atau pemilik pasir timah ilegal yang diselundupkan ke Malaysia. Dan itu sudah berulangkali.
Tim Mabes Polri melalui Dittipidter, pada 22 Februari 2026 lalu sudah melakukan penyegelan gudang dengan memasang garis polisi, di mobil sport mewah, alat berat eksavator hingga sebuah brankas milik Asui.
Lalu, apa peran 13 bandit kelas 'kroco' yang sudah diamankan itu?
Mereka diketahui mulai dari penambang ilegal, pengumpul, sopir pengangkut, hingga pihak yang bertugas mengamankan jalannya distribusi pasir timah agar lolos dari pantauan aparat? Aktivitas penyelundupan diduga telah berlangsung cukup lama dan tentu negara dirugikan cukup besar.
Dari sini, Asui yang jadi buronan kini masih menimbulkan banyak tanya? mengingat aktifitas penyelundupan sudah sering terjadi dan lolos dari pantauan aparat? Bahkan ada diantaranya yang justru berhasil diungkap oleh aparat negeri Jiran Malaysia yang diserahkan ke Indonesia?
Jika Asui berhasil ditangkap, akankah Asui 'bernyanyi' mengapa dia bisa bermain dalam 'sunyi' selama ini?***