Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Hewan Qurban yang Layak & Sah

Ilustrasi-screnshot-

HARI Raya Idul Adha, banyak umat Muslim mulai mencari hewan kurban terbaik untuk keluarga.

---------------

DALAM sebuah kajian di kanal YouTube Buya Yahya, pengasuh LPD Al Bahjah itu menjelaskan sejumlah syarat penting dalam memilih hewan kurban yang layak sesuai syariat Islam.  Menurut Buya Yahya, memilih hewan kurban bukan sekadar melihat bentuk fisik luar seperti tanduk atau jenis kelamin.

Hal terpenting adalah memastikan hewan dalam kondisi sehat, cukup umur, dan tidak memiliki cacat yang memengaruhi kualitas tubuhnya.

“Yang pantas, yang paling bagus kalau bisa,” ujar Buya Yahya saat menjelaskan pentingnya memilih hewan kurban terbaik.

Ia menerangkan bahwa para ulama sejak dahulu telah menjelaskan beberapa jenis cacat yang sebaiknya dihindari pada hewan kurban.  Cacat tersebut di antaranya gangguan penglihatan, kaki pincang, hingga penyakit kulit berat seperti korengan.

Buya Yahya menjelaskan, cacat-cacat tersebut umumnya berdampak pada kemampuan hewan dalam mencari makan sehingga membuat tubuhnya menjadi kurus dan tidak maksimal.

Umumnya, kita dihadapkan pada pilihan: apakah kurban sapi, kerbau, kambing atau domba?--Freepik

“Kalau pandangan kabur, pincang, jadi kalah sama temannya. Temannya sudah kenyang dia baru datang,” jelasnya.

Karena itu, hewan yang terlalu kurus akibat kondisi fisik tertentu sebaiknya tidak dijadikan kurban.  Menurut Buya Yahya, inti dari syariat sah kurban adalah memberikan hewan yang baik dan bermanfaat.

Meski begitu, Buya Yahya juga menyinggung kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Jika seseorang hanya memiliki satu kambing kurus dan ingin tetap berkurban demi membahagiakan keluarga, maka hal itu tetap lebih baik daripada tidak berkurban sama sekali.  Ia juga meluruskan anggapan bahwa hewan bertanduk besar otomatis lebih baik untuk kurban. Menurutnya, tanduk besar biasanya hanya menjadi tanda bahwa hewan tersebut sudah cukup umur, bukan ukuran utama kualitas hewan kurban.

"Jadi jangan hanya fokus kepada tanduknya. Tanduknya gede, kambingnya kurus. Gedean tanduknya daripada kambingnya,” katanya.

Selain itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa hewan kurban tidak harus selalu jantan. Hewan betina pun diperbolehkan selama memenuhi syarat dan memiliki kondisi tubuh yang baik.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan