Pergerakan Jemaah Indonesia Lancar!
Jemaah yang Baru Tiba di Tanah Suci.-screnshot-
JURU Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Suci Annisa, menyampaikan update terkini penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
-----------------
HINGGA hari ke-16 operasional, proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan tertib.
“Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekah juga berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Mekah untuk melaksanakan umrah wajib,” ujar Suci Annisa.
Dari sisi kesehatan, total jemaah yang berobat rawat jalan mencapai 12.725 orang. Sebanyak 144 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 232 orang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan 70 jemaah masih dalam perawatan di RS setempat.
Pada Selasa (5/5/2026), satu jemaah wafat atas nama A.N. Soleh Salimar, seorang perempuan asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kloter CKS05. Dengan demikian, total jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat ini sebanyak 10 orang.
Penyebab kematian terbanyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Suci Annisa.
Pemerintah terus memperkuat layanan bimbingan ibadah. Hingga 5 Mei 2026, sebanyak 29.497 jemaah telah menerima tasreh (izin masuk Raudhah) di Masjid Nabawi dengan 341 tasreh terbit pada hari itu. Jemaah diimbau menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses Raudhah sesuai jadwal.
Selain itu, petugas juga memberikan konsultasi umrah sunnah, pendampingan jemaah sakit, serta edukasi ibadah langsung di sektor dan fasilitas kesehatan.
Aplikasi untuk Pengaduan
Pemerintah juga mendorong penggunaan aplikasi Kawal Haji sebagai platform pelaporan real-time bagi jemaah maupun keluarga. Aplikasi ini memudahkan pelaporan terkait konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga jemaah atau barang hilang.
Suci Annisa menghimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas 38–40 derajat Celcius dengan mengatur aktivitas, istirahat cukup, minum air yang banyak, serta menggunakan pelindung diri.
“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan dalam beribadah,” pungkasnya.***