Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Jerit Harga Sawit di Pulau Bangka, Terendah di Indonesia!

Ilustrasi-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Adanya pihak-pihak yang sengaja bermain di balik Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Pulau Bangka khususnya, semakin kentara.  Soalnya, selain perbedaan mencolok terjadi dengan di Pulau Belitung --padahal dalam satu Provinsi--, perbedaan ini juga terjadi dengan daerah lain.

Bahkan, Harga TBS Sawit di Pulau Bangka sekarang ini berada di titik terendah se-Indonesia.  Sementara, di beberapa Provinsi, seperti di Riau dan Jambi Harga TBS sudah menyentuh Rp 4000/Kg.  Bahkan petani sawit di Jambi dengan senangnya menyatakan Harga TBS sawit sekarang ini menjadi sejarah tersendiri i derah mereka.

Dengan kondisi ini, tampaknya sudah saatnya Gubernur Babel Hidayat Arsani, Ketua DPR Babel H Didit Srigusjaya diharapkan turun tangan memantau ketimpangan yang terjadi ini.  Bagaimana tidak, ketimpangan harga bukan hanya dengan daerah luar, tapi malah antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Petani sawit berharap para petinggi daerah ini tidak cukup jika hanya memberi tanggapan dan cuma turut prihatin.  Justru diharapkan ada tindakan nyata atas derita dan jerit petani sawit daerah ini.  

Kecurigaan Mulai Muncul?

Terkait persoalan ini, kecurigaan mulai muncul karena tampaknya seperti ada kesepakatan untuk menekan harga.  Sementara, petani dalam posisi tidak berdaya.  Padahal Harga pupuk justru terus naik tanpa kompromi.

Harga DPKP Babel-Apkasindo, Apa Gunanya?

Fakta ironis lainnya adalah pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel bersama perusahaan dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) sudah menyepakati TBS sawit periode 1-15 April 2026, terendah Rp3.088 dan tertinggi Rp3.783/kilogram.

"Harga TBS bergantung pada usia tanam kelapa sawit, ini yang harus dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Isa Anshorie usai rapat bersama pengusaha sawit dan Apkasindo di Pangkalpinang, Rabu, 8 April 2026 lalu.

Ia mengatakan penetapan harga ini dilakukan setiap dua pekan dan menjadi agenda rutin untuk memberikan kepastian harga bagi petani sawit dan para mitra atau perusahaan sawit di Provinsi Babel.

Untuk periode pertama April 2026, harga tertinggi Rp3.783/kilogram jika umur tanaman sudah 10-20 tahun. Sedangkan, harga terendah Rp3.088/kilogram untuk tanaman umur tiga tahun, dan harga rata-rata sekitar Rp3.400/kilogram.

"Harga ini sudah kita sepakati bersama," ujarnya.

Menurut dia, selalu ada dinamika kesepakatan harga TBS antara petani dan perusahaan. Di samping itu, masih ada beberapa faktor teknis dan ekonomi yang mempengaruhi harga di tingkat pabrik, salah satu yang menjadi sorotan adalah rendemen atau kadar minyak dari buah sawit.

"Kualitas buah sangat mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan karena buah yang bagus secara fisik belum tentu menghasilkan minyak yang optimal jika dipanen belum matang. Selain itu, kondisi saat ini juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya transportasi dan harga BBM," katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan