Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Tindakan Nyata Pemerintah Babel Ditunggu, Dengarlah Jerit Petani Sawit!

Ilustrasi-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Dengar jerit petani sawit! Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), diminta tak hanya memberi tanggapan dan cuma turut prihatin.  Namun justru diharapkan ada Tindakan nyata atas derita dan jerit petani sawit daerah ini.

Tak enaknya lagi, Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang di bawah Rp 3000/Kg hanya di Pulau Bangka.  Ini berbanding terbalik dengan Harga TBS di Pulau Belitung yang rerata di atas Rp 3.500/Kg. 

Ada apa ini?  

Fakta yang selalu menjadi alasan adalah supply TBS ke pabrik yang membludak.  Dan alasan ini terus menjadi dalih.  Sementara, petani sawit harus menghadapi fakta harga pupuk dan pemeliharaan serta operasional yang terus naik.

''Kalau karena supply, setidaknya jangan terlalu jauh dari daerah lain lah. Ini dari Pulau Belitung yang satu Provinsi saja kesenjangan harga demikian tajam.  Hampir Rp 1000/kg selisih harganya? Ada apa ini?' keluh seorang petani seperti menahan tangis.

Kondisi ironis ini layak dipertanyakan.  Karena semua pabrik di Pulau Bangka ini seperti 'sepakat' untuk penetapan Harga di Bawah Rp 3.000/Kg.  Dan, jika digali lebih jauh, ini juga berdampak pada kerugian daerah dari sector pajak yang dipastikan terpengaruh dalam pemotongannya.

Menghadapi kenyataan ini, petani sawit Pulau Bangka untuk kesekian kalinya Kembali meminta pemerintah turun tangan.  Karena ini hanya dialami petani di Pulau Bangka.  Sementara di Pulau Belitung nyatanya Harga bersaing dengan daerah lain.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, menyatakan sudah mengetahui perihal keluhan petani tersebut.  Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemprov Babel segera turun tangan menangani persoalan penetapan harga TBS yang sudah dikeluhkan sejak akhirnya lebaran ini.

Seperti diketahui, harga TBS sawit di luar Pulau Bangka -- termasuk di Pulau Belitung-- terus menyala.   Pasca lebaran Idul Fitri ini, rata-rata Harga di atas Rp 3.500/kg.  Fakta sebaliknya justru terjadi.  Di Pulau Bangka malah belum ada yang menyentuh Harga Rp 3000/Kg.

* ''Di Bangka Utara, ada yang beli Rp 2500, Rp 2300, Rp, 2700/Kg.'' 

* ''Ke pengepul Rp 2500, ke pabrik langsung Rp 2800, beda Rp 860, ini berarti juga pemotongan dan pendapatan pajak jadi berkurang.''

* Di Basel, Rp 2700, turun naik kayak tupai manjat pohon.''

Harapan akan ada kenaikan Harga TBS dalam beberapa Waktu terakhir ternyata tidak terjadi.  Harga TBS di Pulau Bangka khususnya malah makin terpuruk.  TBS di tingkat pabrik kisaran Rp2.800/kg, dan itu berarti di tingkat petani lebih rendah lagi karena masuk ke pengepul dulu di Harga Rp2.450 hingga Rp2.550/kg.

Apa tindakan nyata Pemerintah untuk petani sawit Pulau Bangka ini?  Kita tunggu!***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan