Bandar Narkoba Internasional Diringkus di Penang, 'The Doctor' Sang Otak Sindikat
'The Doktor'-screnshot-
BANDAR narkoba kakap, Andre Fernando Tjhandra alias 'The Doctor', yang jadi otak sindikat internasional dibekuk di Penang, Malaysia.
-------------------
PENANGKAPAN 'The Doctor' ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Polri dan Kepolisian Malaysia yang sukses membekuk sosok yang disebut sebagai otak distribusi narkoba lintas negara.
Penangkapan dilakukan oleh Tim Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bersama Special Branch Polis Diraja Malaysia (SB PDRM) pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.44 waktu setempat.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widiyatmoko mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti nyata kuatnya kerja sama internasional dalam memburu pelaku kejahatan transnasional.
"Ini menunjukkan tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan narkotika. Koordinasi intensif dan pertukaran intelijen menjadi kunci hingga tersangka berhasil kami tangkap di Penang, setelah sebelumnya sempat lolos di Kuala Lumpur," katanya kepada awak media, Selasa 7 April 2026.
Andre diketahui telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 1 Maret 2026 dan menjadi target utama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri setelah terungkap sebagai pengendali jaringan besar peredaran narkotika.
Kasus ini mencuat dari pengembangan penyidikan yang menyeret oknum aparat di wilayah Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat. Dalam perkara tersebut, terungkap adanya aliran dana perlindungan sebesar Rp2,8 miliar dari jaringan narkoba.
Nama 'The Doctor' muncul setelah polisi menangkap Erwin bin Iskandar alias Koko Erwin pada 26 Februari 2026 saat hendak kabur ke Malaysia melalui jalur laut ilegal. Dari hasil pemeriksaan, pelarian tersebut diketahui difasilitasi oleh Andre.
Penyelidikan semakin mengerucut setelah penangkapan dua kaki tangan lainnya, Charles Bernando dan Arfan Yulius Lauw, yang mengonfirmasi identitas asli 'The Doctor'.
Dalam struktur sindikat, Andre berperan sebagai distributor utama skala internasional. Ia mengendalikan peredaran berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, 'happy water' hingga cairan vape mengandung etomidate dengan label Ferrari dan Lamborghini.
Modus yang digunakan tergolong rapi dan terorganisir. Untuk vape narkotika, jalur penyelundupan dilakukan dari Malaysia menuju Dumai, Riau melalui jalur laut.
Sementara itu, pengiriman sabu dilakukan melalui jalur darat dan kargo dengan cara menyembunyikannya di dalam boneka yang dibungkus kotak kado guna mengelabui petugas. Pasca penangkapan, tim gabungan langsung bergerak cepat memproses deportasi.
Setibanya di Tanah Air, tersangka akan diserahkan kepada penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.