BBM Non Subsidi Naik Malam ini, Bahlil: BBM Subsidi, Tunggu Tanggal Mainnya...
Bahlil Lahadalia.-Screenshot-
KORANBABELPOS.ID.- Nah, perang Timur Tengah (Timteng) mulai berimbas. Terhitung pukul 00.00 WIB malam ini, BBM non subsidi mulai naik.
Bagaimana dengan BBM subsidi?
“Kita fokusnya menyangkut subsidi. Terkait subsidi, tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat,” demikian dikemukakan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Untuk BBM Non Subsidi alasan Bahlil, memang mengikuti mekanisme pasar.
“Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM, yaitu BBM industri dan non-industri. Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil lagi.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98 itu kan orang-orang yang mampulah," sambungnya.
Terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi, Bahlil menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," lanjutnya tanpa penegasan lebih jauh?
Sementara itu beredar luas di publik, perkiraan kenaikan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.
Dalam simulasi disebut harga Dexlite berpotensi melonjak hingga menembus Rp20.000 per liter, seiring kenaikan tajam harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Tak hanya itu, sejumlah jenis BBM lain juga diperkirakan mengalami kenaikan signifikan.
Pertamax disebut bisa naik dari Rp12.300 menjadi sekitar Rp17.850 per liter. Pertamax Green 95 diproyeksikan meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo berpotensi naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.
Untuk jenis solar non-subsidi, Pertamina Dex diperkirakan melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter, dan Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter. Netizen langsung ramai menanggapi kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya.
Berapa sesungguhnya kenaikan? Belum ada kepastian.***