5 Negara Terancam Krisis BBM, Indonesia Masih 'Rawan Krisis'
Ilustrasi-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Selat Hormuz, yang ditutup Iran --akibat perang melawan AS dan Israel--, adalah jalur utama distribusi minyak dunia (BBM). Sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati jalur ini.
Webite Unilad menyebut, ada 11 negara yang paling berisiko mengalami krisis minyak selama terjadinya konflik AS-Iran di Selat Hormuz:
1. Myanmar
Myanmar menjadi salah satu negara paling rentan. Lebih dari 80% pasokan minyaknya bergantung pada jalur Selat Hormuz. Cadangan minyak diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 1 bulan Sangat bergantung pada kelancaran distribusi global.
2. Vietnam
Vietnam menghadapi situasi serupa dengan ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dari Timur Tengah. Lebih dari 80% pasokan berasal dari jalur Hormuz Potensi krisis dalam waktu kurang dari 30 hari jika gangguan berlanjut
3. Filipina
Negara kepulauan ini juga sangat terdampak oleh gangguan distribusi energi global. Sekitar 75% pasokan minyak melewati Selat Hormuz Risiko kelangkaan energi dalam jangka pendek.
4. Singapura
Sebagai pusat perdagangan energi, Singapura memiliki cadangan terbatas. Cadangan minyak hanya cukup sekitar 40 hari Berpotensi mencari alternatif energi dengan biaya lebih mahal
5. Thailand
Thailand sedikit lebih stabil, namun tetap dalam posisi rawan. Cadangan energi sekitar 50 hari Impor harian besar dari jalur Hormuz membuatnya tetap rentan Negara Lain yang Juga Berisiko Tinggi Selain lima negara utama di atas, sejumlah ekonomi besar Asia juga masuk dalam daftar rawan krisis energi, masing-masing: Taiwan, Korea Selatan, China, India, Indonesia, Jepang.
Negara-negara ini memiliki konsumsi energi tinggi dan ketergantungan signifikan pada impor minyak dari Timur Tengah.***