Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Prediksi Cuaca Saat Puncak Arus Mudik, Babel Hujan Sedang dan Lebat

Ilustrasi-screnshot-

PREDIKSI cuaca saat puncak arus mudik Lebaran 2026 penting diketahui oleh masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

----------------

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pemudik untuk mewaspadai kondisi cuaca yang didominasi hujan ringan hingga sedang, namun berpotensi hujan lebat.  Cuaca saat puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi BMKG berpeluang hujan lebat di beberapa provinsi, seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.

"Pada periode 11-20 Maret serta 21-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan hingga sedang," Kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri yang digelar di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, dikutip laman resmi pada Rabu, 11 Maret 2026.

"Namun peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan,” sambungnya.

Sementara itu, pada rentang 1-10 Maret 2026, BMKG memperkirakan cuaca di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur juga turut berpeluang hujan sedang hingga lebat.

"BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran,” tutur Faisal.

Sebagai informasi sejumlah dinamika atmosfer masih aktif memengaruhi cuaca pada periode mudik Lebaran 2026.  BMKG menuturkan cuaca menjelang Idul Fitri 2026 dipengaruhi oleh Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), dan gelombang atmosfer.

Selain itu, potensi pembentukan bibit siklon tropis, khususnya di wilayah selatan Indonesia, seperti Bibit Siklon 90S yang saat ini terpantau di Samudra Hindia barat daya lampung.

Waspadai Potensi Cumulonimbus

Disektor penerbangan, BMKG juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) selama bulan Maret 2026.  Pertumbuhan awan CB ini disebut berpotensi memicu turbulensi dan kilat atau petir di rute penerbangan.

Selain itu, juga memicu hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara.  BMKG mewaspadai potensi tersebut di kawasan Samudra Hindia barat daya dan selatan Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua hingga Pasifik Utara.

Potensi Banjir Rob 

Sedangkan, untuk sektor kelautan ada periode Maret-April berpotensi terjadi gelombang dengan kategori sedang (1,25-2,5 meter).  Di bulan Maret 2026 gelombang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, serta perairan utara Maluku hingga Papua.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan