Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Trump Jilat Ludah Sendiri

Selat Hormuz-screnshot-

DITUTUPNYA Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan akhirnya membuat Presiden Amerika harus menjilat ludah sendiri.

-----------------

DONALD Trump awalnya begitu keras memberikan sanksi terhadap penjualan minyak Rusia akibat konflik dengan Ukraina, akhirnya memutuskan untuk memberikan kelonggaran.  Kelongaran ini disebutkan sebagai salah satu cara agar harga minyak dunia bisa kembali turun.

Tidak hanya akan memberikan kelonggaran terhadap minyak Rusia, Trump juga kembali mengertak Iran untuk membebaskan kapal yang akan melintasi selat Hormuz.

Menurut Trump jika Iran membebaskan kapal di Selat Hormuz, ini merupakan sebuah hadiah bagi Tiongkok yang diketahui merupakan salah satu negara yang ketergantungan minyak dari wilayah Arab hingga diatas 80 persen.

Sebelumnya pihak Iran telah menyampaikan jika mereka akan memberikan izin untuk kapal minyak China yang akan melintas selat Hormuz.  Selain kapal Tiongkok, Iran juga memberikan izin untuk beberapa negara sahabatnya, kecuali Amerika, Israel dan sekutunya.

Sedangkan Trump menyabutkan dalam menjaga harga minyak dunia, pihaknya juga akan melepaskan cadangan minyak mentah darurat.  Menurut para pengamat, keputusan ini merupakan salah satu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak ini akan merugikan para pebisnis dan konsumen Amerika menjelang pemilihan paruh waktu November.

Trump mengatakan kepada wartawan di Florida pada hari Senin 9 Maret lalu bahwa pemerintahannya mencabut sanksi terhadap beberapa negara sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan pasar minyak, tetapi menolak untuk memberikan rinciannya.

"Jadi kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai Selat Inggris kembali normal," katanya.

Pelonggaran sanksi terhadap Rusia berpotensi meningkatkan pasokan minyak dunia pada saat terjadi gangguan besar terhadap pengiriman minyak Timur Tengah akibat konflik Iran yang meluas.  Namun hal itu juga dapat mempersulit upaya Amerika untuk mengurangi pendapatan Rusia dari perang di Ukraina.

Trump menambahkan kemudian dalam konferensi pers bahwa ia telah melakukan panggilan yang sangat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang perang di Ukraina.

Dalam menjaga keamanan selat Hormuz, Amerika juga sempat menyediakan pengawal angkatan laut bagi kapal tanker, namun hal tersebut gagal meningkatkan lalu lintas pengiriman secara signifikan.  Trump sendiri sempat meremehkan lonjakan harga minyak yang terjadi minggu lalu, di mana melalui akun Truth-nya, Trump menuliskan jika lonjakan harga minyak merupakan harga yang kecil untuk dibayar Amerika.

Akan tetapi saat bicara pada Senin lalu, Trump mengatakan ia memperkirakan dampak jangka panjang dari perang melawan Iran adalah penurunan harga bagi konsumen Amerika.  Harga minyak mentah global telah mencapai level yang belum pernah terlihat sejak pertengahan 2022, sempat menyentuh 119 dolar Amerika per barel pada hari Senin.

Gedung Putih pekan lalu meminta lembaga federal untuk menyusun proposal yang dapat membantu mengurangi tekanan pada harga minyak mentah dan bensin, seperti yang dilaporkan Reuters sebelumnya.  Selain itu Trump kembali mengancam Iran dan menyebutkan bahwa jika Iran menghentikan embargonya di selat Hormuz, ini merupakan hadiah yang diberikan Amerika ke Tiongkok.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan