Teluk Bergejolak, Minyak Dunia Melonjak
Kapal Induk AS.-screnshot-
IRAN Klaim Serang USS Abraham Lincoln, Ketegangan Teluk dan Selat Hormuz Memanas.
-------------
IRAN serang USS Abraham Lincoln menjadi klaim terbaru dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di tengah meningkatnya konflik Iran AS Israel di kawasan Teluk. Dalam pernyataan resmi terkait IRGC serang kapal induk AS, pihak Garda Revolusi Iran menyebut kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln menjadi target serangan rudal balistik.
Ketegangan konflik Iran AS Israel semakin tajam setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Hantam USS Abraham Lincoln
Dalam pernyataan yang dikutip media lokal, IRGC serang USS Abraham Lincoln dengan meluncurkan empat rudal balistik ke arah kapal induk tersebut. Pernyataan resmi terkait Iran serang kapal induk AS di Teluk menyebut bahwa kawasan darat dan laut akan menjadi “kuburan para agresor” jika konflik Iran AS Israel terus berlanjut.
Kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari sebagai bagian dari pengerahan militer AS di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari militer Amerika Serikat terkait klaim IRGC serang kapal induk AS maupun laporan kerusakan atau korban jiwa.
Selat Hormuz Ditutup
Di tengah eskalasi konflik Iran AS Israel, isu Selat Hormuz ditutup turut memicu kekhawatiran global. Perusahaan pelayaran kontainer terbesar dunia, Maersk, mengumumkan penghentian sementara seluruh transit kapal melalui jalur strategis tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Maersk menyebut keputusan menghentikan pelayaran di Selat Hormuz diambil demi alasan keamanan awak kapal dan kargo. Sebelumnya, IRGC juga menyampaikan pengumuman terkait penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran AS yang semakin memanas.
Sebagai jalur vital perdagangan energi dunia, Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam distribusi minyak mentah dan gas dari negara-negara Timur Tengah ke pasar internasional. Gangguan terhadap operasi Selat Hormuz ditutup Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gejolak ekonomi global.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa konflik Iran AS Israel tidak akan menghasilkan kemenangan bagi pihak lawan. Menurut Araghchi, dalam pernyataan terkait perang Iran melawan AS dan Israel, target yang diharapkan Washington dan Tel Aviv tidak akan tercapai.
Ia membandingkan situasi saat ini dengan konflik sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari pada Juni lalu, ketika Iran menolak menyerah meski mendapat tekanan militer intensif. Pernyataan tersebut menegaskan sikap Iran bahwa dalam konflik Iran AS Israel terbaru, Teheran siap melanjutkan perlawanan selama diperlukan.
Dampak Konflik Iran AS-Israel