Penyelundupan Timah Sebut Ada Oknum TNI AL? Asui Kabur, Cukong Diburu?
Irhamni-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Terkuaknya penyelundupan pasir timah dari Pulau Belitong ternyata merembet ke mencuatnya ada oknum TNI AL yang terseret. Ini bertolak dari pengakuan tersangka.
Menjawab ini, Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni, menyatakan dalam penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Dia memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POM AL) guna pendalaman lebih lanjut, apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan oknum dimaksud.
Lebih jauh, diakui sudah ada 7 tersangka dalam kasus ini, termasuk 2 oknum yang sudah diamankan di Belitung berinisial A dan M. Para tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
“Para pelaku ini sedikitnya telah menyelundupkan pasir timah ke Malaysia sebanyak 4 kali. Timah tersebut dijual ke salah satu perusahaan smelter di Malaysia berinisial M. Ini berdasarkan pengakuan mereka dalam pemeriksaan,” ucap dia.
Seperti dilansir sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap praktik penambangan ilegal dan penyelundupan pasir timah dari Belitung (Babel) ke Malaysia. Pengungkapan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Kasus ini bermula Senin, 23 Februari 2026, saat petugas Bea Cukai memperoleh informasi adanya kapal yang diduga membawa pasir timah ilegal untuk diselundupkan ke Malaysia," ujar Irhamni.
Dari sini, pada Selasa, 24 Februari 2026, tim penyidik menyita kapal KM Rezeki Laut II dengan muatan 319 karung pasir timah tanpa dokumen resmi. Kapal tersebut berisi satu orang nakhoda dan 4 orang anak buah kapal (ABK), selanjutnya diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Dari pengembangan penyidikan, lalu dilanjutkan menangkap 2 tersangka A dan M di Pulau Belitung. Keduanya sebagai penampung, pengelola, dan pengirim pasir timah ilegal.
Sama dengan kasus di Bangka Selatan (Basel)? Cukong dari semua ini belum terkuak. Bos Asui yang rumahnya sudah digeledah kabarnya hingga kini belum diketahui rimbanya. Sementara, Bos Aho hanya saksi. Nah, untuk peristiwa di Belitung ini tidak jauh beda, siapa dalang atau pemodal, hingga saat ini belum terkuak?***