Baca Koran babelpos Online - Babelpos

BPOM Segera Rilis Takjil Berbahaya? Takjil dari Babel, Amankah?

Taruna Ikrar-screnshot-

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kini tengah melakukan operasi senyap besar-besaran di seluruh pelosok negeri.

----------------

KEPALA BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pasukannya dari Sabang sampai Merauke tidak sedang duduk diam di balik meja.  Mereka telah dikerahkan ke pasar-pasar kaget hingga trotoar jalanan untuk menyisir potensi zat berbahaya yang sering diselundupkan ke dalam menu takjil.

Masyarakat diminta bersiap, karena BPOM tidak akan menutupi data. Taruna memberikan bocoran bahwa hasil dari pengawasan masif ini akan segera dibuka ke publik sebagai peringatan bagi konsumen maupun pelaku usaha yang nakal.

"Seluruh tim kami sedang menjalankan intensifikasi pengawasan. Saya yakin, dalam beberapa hari ke depan, tepatnya sekitar pertengahan Ramadan, hasilnya akan kami umumkan ke masyarakat," ujar Taruna ditemui di kantor BPOM, Rabu 24 Februari 2026.

Lalu bagaimana dengan yang di Bangka Belitung (Babel) yang sempat dilakukan pengecekan beberapa hari lalu di beberapa lokasi?  Hingga saat ini belum diketahui.

Namun, BPOM bukan sekadar gertakan belaka, aksi pengawasan ini ternyata sudah bergulir sejak sepekan sebelum puasa dimulai.  Fokus utamanya adalah makanan siap saji yang dijajakan di pinggir jalan, yang seringkali lolos dari pantauan kualitas.

Tak main-main, BPOM mengerahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk terjun langsung ke lapangan.

"Kita punya PPNS di seluruh Indonesia yang lagi aksi demi aksi sekarang. Mereka masuk ke pasar-pasar, ke sekolah-sekolah, hingga pusat takjil," tutur Ikrar.

Taruna Ikrar juga melayangkan peringatan keras kepada para pelaku usaha, terutama sektor UMKM dan industri rumah tangga. Ia menekankan bahwa menyajikan makanan yang cantik namun beracun adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

Pesan intinya sederhana: jangan menggunakan bahan pengawet ilegal dan pewarna non-pangan.

"Gunakanlah bahan yang memenuhi ketentuan. Pelaku usaha harus sadar bahwa bahan-bahan berbahaya itu sangat merugikan kesehatan masyarakat kita," tegasnya.***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan