Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Jangan Biarkan Kritik Bak Bola Salju, Stop ABS: Wahai Prabowo Dengarlah!

Syahril Sahidir-screnshot-

Oleh: Syahril Sahidir

Wartawan Babel Pos Grup

JAGAD media social (Medsos) saat ini --terutama TikTok-- terus menggelinding mengkritik berbagai Kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto.

-----------------------

FAKTA ini, sungguh berbanding terbalik dengan Ketika di awal-awal kepemimpinan sang jenderal.  Pujian dan rasa bangga rakyat negeri ini via Medsos demikian luar biasa Ketika itu.  Terutama Ketika Prabowo berpidato di Gedung PBB.

Bahkan, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa DPR RI merasa bangga terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan pidatonya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Solusi Dua Negara yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin, 22 September 2025 waktu setempat.

Adapun dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengecam genosida militer Israel di Gaza yang mengakibatkan puluhan ribu warga Palestina meninggal dunia, yang kebanyakan perempuan dan anak-anak.  Ia juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian antara Palestina dan Israel.

Nah, di saat kesenangan dan rasa bangga rakyat itulah, tiba-tiba Prabowo terkuak membela Mantan Presiden RI Joko Widodo secara terang-terangan bahkan terkesan habis-habisan.  Terutama terkait isu yang tengah membelit pendahulunya itu.  

Nah, dari sinilah situasi jadi berbalik.  

Kebanggaan yang demikian besar saat Pidato di PBB, dianggap cuma 'Singa Podium'.  Sederet pernyataan Menteri yang blunder, menambah kritik semakin pedas dan deras.    Lalu lahir pula pernyataan dari Sang Jenderal, istilah antek-antek asing?  Seolah yang mengkritiknya dibayar asing?

Pertanyaannya, siapa yang antek-antek asing itu?  Lihatlah yang mengkritik itu, ada ibu-ibu, ada mahasiswa, ada orang-orang kampung, entah siapa lagi, yang jelas rakyat negeri ini?  Begitu hebatkah orang asing sampai bisa merasuki rakyat negeri ini dari berbagai kalangan?  

Sederhananya, seimbangkah antara kritik itu dengan fakta?  Jika tidak seimbang, berarti ada yang salah dalam tata Kelola negeri ini.  

Apa itu yang salah?  Yah, diduga laporan dari orang-orang sekeliling Prabowo itulah yang perlu dikritisi.  Bagaimanapun, jika laporan orang-orang sekitar cenderung asal bapak senang (ABS), maka Prabowo dianjurkan juga punya orang yang 'lapor apa sebenarnya' (LAS).  

Saat ini kesan yang muncul adalah, tersumbatnya fakta dan laporan rakyat negeri ini ke Presidennya.  Siapa yang menyumbat, tentu yang punya 'sumbatan' dan bisa 'menyumbat'.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan