Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Netanyahu dan Trump Sesumbar Tewaskan Pemimpin Iran, Ali Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Amerika Serikat Donald Trump sesumbar berhasil tewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamanei melalui serangan mereka Sabtu? Dan kabar itu disiarkan kedua media di kedua negara tersebut.

Netanyahu menyampaikan bahwa serangan yang mengejutkan pada pagi tersebut berhasil membunuh pimpinan tertingi Iran Khamenei.

''Dari serangan yang kami luncurkan, saat ini tirani tersebut telah berakhir, berbagai tanda bahwa Khamenei telah tewas,” ucapnya.

Informasi ini juga disampaikan ke pada senior dan pimpinan Israel yang menyampaikan jika Khamenei tewas dalam reruntuhan bangunan dari serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel.  Selain itu juga disebutkan jika pihak Israel telah berhasil mendapatkan dokumentasi tewasnya Khamenei dan telah dilihat oleh Netahyahu.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan hal serupa.  Pemimpi Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

Kematian Khamenei disebut sebagai keadilan bagi seluruh dunia yang telah menjadi korban serangan Iran.  Trump menyebut, Khamenei tak bisa menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Khamenei masih hidup. 

“Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut itu,” kata Araghchi dari Teheran. 

“Sejauh yang saya ketahui, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup,” katanya. 

Meski keberadaan pemimpin berusia 86 tahun itu belum diketahui secara pasti setelah serangan yang menargetkan sejumlah tokoh politik Iran. Senada dengan itu, Mohammad Esmaeil Kosvari, anggota Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, menyatakan kondisi Khamenei dalam keadaan baik.  Ia meminta masyarakat tidak mempercayai pemberitaan yang beredar. 

“Kesehatan Pemimpin Tertinggi Khamenei sangat baik,'' tegasnya.

Menurutnya, isu kematian tersebut disebarkan karena pihak lawan gagal mencapai tujuan mereka.***

 

  

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan