BB Penyelundupan Timah, di Basel: Kapal, Beltim: Meja Goyang, Cukong Masih Misteri?
Bareskrim di Belitung Timur.-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Pengusutan kasus penyelundupan biji timah ke Malaysia juga ditelusuri hingga Pulau Belitong. Bahkan, Dittipiter Polri Bersama Polda Bangka Belitung (Babel) dan Polres Belitung Timur menyasar hingga ke lokasi pengolahan timah Ilegal Beltim. Operasi dipimpin Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol M Irhamni.
Ia menyebut lokasi tersebut diduga menjadi tempat pemurnian bijih timah sebelum dikirim ke luar negeri secara ilegal. Ikut mendampingi penyegelan lokasi, Pamen Dirtipiter Polda Babel, Kapolres Beltim AKBP Indra F Dalimunte S.Ik, dan Kasatres Polres Beltim AKP Ryo Guntur.
“Ini bagian dari pengembangan perkara yang sebelumnya kami tangani. Setelah pendalaman, kami menemukan lokasi pengolahan yang digunakan untuk memurnikan bijih timah sebelum diduga diselundupkan,” ujar Irhamni di lokasi pengolahan bijih timah yang diamankan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Di tempat kejadian, petugas menemukan sejumlah peralatan pengolahan, termasuk meja goyang yang biasa digunakan untuk memisahkan mineral timah dari material pengotor. Keberadaan alat tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas di lokasi bukan sekadar penyimpanan, melainkan proses peningkatan kadar timah untuk menaikkan nilai jual.
Selain itu, aparat turut menyita dokumen serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal. Seluruh barang bukti diamankan guna kepentingan penyidikan lanjutan. Dari dua lokasi yang didatangi tim, sejumlah barang bukti ikut diamankan berupa meja goyang, timbangan, alat ukur kadar, peralatan pendukung lainnya. Polisi juga menyegel lokasi dengan memasang tanda larangan melintas.
Sudah 4 Kali Selundupkan ke Malaysia
Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik mengungkap para pelaku telah melakukan penyelundupan sedikitnya empat kali. Negara tujuan pengiriman adalah Malaysia, di mana timah tersebut diduga dijual ke perusahaan smelter berinisial “M”.
“Berdasarkan pengakuan, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar empat kali. Timah dibawa ke Malaysia dan dijual ke perusahaan di sana,” ungkapnya.
Seperti dilansir sebelumnya, kasus penyelundupan ini sendiri mulai heboh Ketika ada 11 anak buah kapal (ABK) hasil tangkapan otoritas Malaysia. Lalu ke 11 ABK itu dideportasi dari Malaysia bersama 122 PMI lainnya yang difasilitasi pemulangannya oleh KJRI Johor Bahru dan BP3MI Kepri pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu.
Dari pendalaman pihak Mabes Polri terhadap ke 11 ABK inilah terkuak bahwa penyelundupan itu berasal dari Babel dan sudah lolos hingga 18 kali.
Nah, pertanyaan yang belum terjawab hingga kini adalah, siapa cukong di balik penyelundupan ini?
Bareskrim Mabes Polri berupaya mengungkap siapa bos utama penyelundupan 7,5 ton pasir timah pada Oktober 2025 itu? Karena kerugian negara dalam kasus penyelundupan ini terbilang fantastis.
Di Bangka Selatan (Basel) Bareskrim sudah menyita kapal pengangkut pasir timah selundupan, namun belum ada cukong yang jadi tersangka.
Nama bos Asui yang disebut-sebut, konon sudah menghilang. Meski di kediamannya Bareskrim telah