Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Puasa Kok Sombong?

Ahmadi Sopyan-screnshot-

Puasa bukan hanya tidak makan, minum dan berhubungan suami isteri di siang hari, tapi juga sesungguhnya membatasi dan menjauhkan dari emosi kemarahan. Maka segala bentuk penzholiman, pemaksaan kehendak, bahkan meminta untuk dihormati karena merasa diri sedang berpuasa. Ini yang seringkali kita terjebak dengan merasa benar sendiri, bukan benarnya seperti yang diinginkan Islam itu sendiri. 

Kerapkali kita sombong menunjukkan bahwa kita adalah Islam Kaafah, sedangkan yang lainnya adalah Islam setengah-setengah, sangat fanatik, terbungkus busana Islami, namun kenyataan itu adalah kesombongan belaka dengan mengedepankan ego sebagai muslim yang over pujian dan penghormatan. Menuntut hormat dengan mendamprat dan menghujat orang yang tidak berpuasa bahkan mengkaplingkan neraka bagi mereka, sedangkan kita sudah pasti mendapatkan kaplingan di sorga. Tentu perilaku seperti ini adalah tirani dalam beragama dan tirani juga bagi agama itu sendiri. 

Sekali lagi, puasa Ramadhan tidak mengajarkan kesombongan bagi yang menjalaninya, tapi justru sebaliknya. Puasa juga tidak mengajarkan kemanjaan bahwa harus dilayani, namun sebaliknya melayani. Puasa mengajarkan kita semakin mempertebal rasa cinta dan kasih sayang kepada siapa pun, tanpa memandang apa agamanya, suku, bahkan bagaimana perilakunya. Tak perlu kan sikap “Berpuasa kok sombong?” tapi bagaimana menciptakan puasa itu asyik dan rahmat bagi yang menjalankannya dan bagi orang-orang disekelilingnya. Karena Ramadhan rahmatan lil a’alamiin”, bukan menciptakan Ramadhan yang menakutkan bagi sebagaian orang.

Salam Puasa! Salam Cinta!(*)

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan