Prabowo: MBG Dibilang Hambur Anggaran!
Prabowo Subianto-screnshot-
PRESIDEN RI, Prabowo Subianto menjawab semua tudingan yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program yang menghamburkan anggaran.
-------------
IA mengaku banyak mendengar pandangan negatif tentang program MBG. Maka ia mengaku gembira inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit membuka SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polri.
“Sebagai pemimpin, saya sangat menghargai tadi inisiatif kesadaran pimpinan polri, kapolri beserta jajarannya beserta pimpinannya telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin sebagai panglima beliau dan jajarannya telah menganalisa tugas pokok yang diajarkan waktu muda seorang pemimpin harus mencari tugas pokok sebagai kepolisian sebagai penegak hukum sebagai pelaku utama menjaga ketertiban keamanan masyarakat tetapi paham yang lebih besar keamanan yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat merasa aman merasa bahagia merasa punya harapan,” jelasnya.
“Dan manusia di manapun apapun agamanya etnisnya seorang bapak seorang ibu yang utama keamanannya dan kesejahteraan anak-anaknya dan aman dari lapar,” tambahnya.
Prabowo menegaskan program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali di Indonesia sudah puluhan negara lain. Dan negara yang maju, kata dia, punya program MBG untuk rakyatnya.
“MBG mungkin tidak penting untuk orang yang cukup berada, bagi mereka yang di atas tapi di seluruh dunia yang saya pelajari MBG adalah sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” katanya.
Prabowo dengar waktu ia melancarkan program ini, ia diejek.
“Saya dijelek-jelekin, saya dituduh macem-macem, saya juga tidak mengerti bahkan yang banyak mengejek adalah orang yang terdidik profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” ucapnya.
Prabowo juga mendengar kalau program ini disebut menghamburkan anggaran.
“Operasi ini kampanye ini menjelek-jelekan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa. Tapi, sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh menyedihkan bagi saya. Tapi saya yakin berada di jalan yang benar terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting. Stunting itu kurang gizi mengakibatkan sel-sel tulang otot tidak bisa berkembang dengan baik,” katanya.
Prabowo menegaskan program ini akan konsisten terus berjalan karena negara perlu mengintervensi angka stunting.***