Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Mainan Buzzer di 3 Tipikor Besar! Bermula di Tipikor Timah!

M Adhiya Muzakki-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Terdakwa yang juga Bos Buzzer serta Koordinator Tim Cyber Army Adhiya Muzakki, menguak perannya sesuai pesanan ketika Kejagung RI menangani 3 kasus Tipikor besar.

Intinya, ia berperan khusus membeberkan modus operasi menciptakan kontra-narasi penanganan 3 Tipikor besar yang saat itu ditangani Kejagung.

Ke 3 kasus Tipikor besar itu adalah ekspor minyak sawit mentah atau CPO, kasus korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah Tbk 2015-2022, dan kasus korupsi impor gula.

Lalu, bagaimana ia bisa masuk ke jaringan advokat Marcella Santoso yang juga terdakwa dalam kasus perintangan 3 Tipikor besar itu?  

Adhiya Muzakki sebagai salah satu terdakwa perintangan penyidikan dalam keterangan di persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 menyatakan, ia mendapatkan pesanan operasi buzzer dari terdakwa, Marcella Santoso.

Awalnya, Adhiya mengungkap bahwa pertemuan pertama dengan Marcella terjadi pada September 2024 di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. 

"Kemudian, dia minta bantuan. Diminta bantu sama dia untuk menangani perkara Timah," kata Adhiya.

Adhiya tidak langsung menyanggupi. Dan akhirnya terlibat aktif dalam menyarankan jenis konten yang akan dibuat dan disebarkan. Salah satunya terkait Tipikor timah adalah: 

"Validitas Audit BPKP Dipertanyakan dalam Kasus Timah." Juga:

"BPKP Asal-asalan Lakukan Hitungan Tanpa Cek Fisik".

"Saudara Marcella bilang bahwa ini harus dibantu, minta dibantu karena dia punya klien yang harus diimbangi pemberitaannya sebagai kliennya," ungkap Adhiya.

Klien dimaksud adalah Harvey Moeis --sudah terpidana-- suami artis Sandra Dewi. Untuk jasanya itu, Adhiya Muzakki didakwa menerima uang Rp 864,5 juta.

Dalam kesehariannya khusus terkait 3 kasus besar itu, sebagai koordinator Muzakki memerintahkan memproduksi foto maupun video berisi kontra-narasi lalu dipublikasikan ke media sosial.  Bahkan juga dilakukan dengan mengambil potongan-potongan gambar yang diperoleh dari jagat maya.  Dari sana hasil foto atau video yang siap tayang dikirim 50 buzzer yang menyebarkan konten ke berbagai platform media social.

Bagaimana laporan ke Marcella Santoso?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan