Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Kejati Tunggu Bos 'Rajawali'

Jumpa Pers Kejati Babel.-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Nah, tampaknya yang selama ini 'merajai' serta 'perkasa' dalam urusan pertimahan di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dan Bangka Tengah (Bateng) bakal diuji.  Soalnya, pihak Smelter PT Rajawali Rimba Perkasa ditunggu 'klarifikasi'-nya oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel).

Salah satu nama yang beredar adalah Denden --sebagai salah satu pemilik--.  Tidak hanya itu, juga para pemilik timah yang diduga illegal turut dipanggil.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Babel, Dr Adi Purnama SH, Kamis, 12 Februari 2026, siang dalam jumpa pers di Kejati, Babel menampilkan material yang disita.  Antara lain:

1) 736 balok timah estimasi berat 18.400 Kg,

2) 338 Karung bijih timah basah dengan estimasi 18.536 Kg,

3) 9 Jumbo bag bijih timah kering berat 6.249 Kg,

4) 5 karung kepingan koin timah 121 Kg.

Dari sini, pihak Kejati belum ada menetapkan status kasus, apakah sudah penyelidikan atau belum.  Karena masih menunggu penjelasan dari pihak PT Rajawali.  Nah, masalah, apakah muncul atau tidak, ini masih ditunggu.

Hanya saja, rentetan dari kasus ini cukup mengagetkan.  Karena informasinya sudah ada 2 oknum TNI AD yang ditahan pihak POM karena terseret dalam kasus ini.  Di sisi lain, hal yang paling ditunggu adalah bagaimana kelanjutan hukum dengan para cukong di balik PT Rajawali Rimba Perkasa.

Seperti diketahui, kasus ini adalah masih dalam rangkaian Ketika terjadi penangkapan 3 truk plus 1 minibus yang diduga membawa timah ilegal basah dan balok oleh Satuan Lapangan (Satlap) Tricakti, di Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Sabtu, 7 Februari 2026 lalu.  

Dari sana, berlanjut, Rabu, 11 Februari 2026, Kejati Babel dan jajaran melakukan penggeledahan di gudang smelter milik PT Rajawali Rimba Perkasa di Kecamatan Tukak Sadai, Basel.  

Nah, berikutnya legal atau illegalkah semua itu?

Sebelumnya, Babel Pos sempat memantau gudang smelter tersebut berjarak sekitar 500-600 meter dari Jalan Raya Sadai. Di depan gudang tidak terlihat aktivitas. Bangunan gudang tampak tertutup rapat, pintu gerbang berwarna biru terlihat kusam dan berkarat, terkunci dari luar dengan gembok dan rantai besi. 

Saat itu, muncul Satlap Tricakti. Satu orang di antaranya sempat menunjukkan lencana yang dikenakan di pinggang sebelah kiri.  Identitas pers awak media diminta dan didokumentasikan. Seluruh awak media yang berada di lokasi turut didata, termasuk kendaraan roda empat yang digunakan. Pemeriksaan juga ikut dilakukan terhadap tiga unit kendaraan roda empat yang digunakan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan