Diskusi Geopolitik bersama Presiden di Istana, Rudianto Tjen: PDI-P Dukung Perdamaian Gaza
--
KORANBABELPOS.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, menegaskan komitmen PDI Perjuangan yang konsisten untuk terus mendukung perdamaian Gaza. Hal itu disampaikan usai memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, anggota Komisi I DPR RI, serta akademisi yang fokus pada kajian hubungan internasional.
Rudianto Tjen menyampaikan bahwa dirinya dipanggil ke Istana bersama para mantan Menteri Luar Negeri untuk membahas Board of Peace serta posisi Indonesia terhadap konflik kemanusiaan di Gaza.
Ia menegaskan, PDI Perjuangan berada pada garis yang jelas dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global.
“Dipanggil ke Istana bersama mantan-mantan Menlu untuk membahas BoP (Board of Peace). PDI Perjuangan mendukung perdamaian Gaza, mendukung penghentian perang di Gaza, dan mendukung perdamaian abadi di sana,” ujar Rudianto Tjen.
Ia menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace harus tetap berpijak pada tujuan awal, yakni mendorong perdamaian dan pembangunan, khususnya di Gaza.
“Untuk BoP, selama tujuannya baik untuk perdamaian dan pembangunan Gaza, kita sepakat. Namun jika melenceng dari tujuan awal, Indonesia harus proaktif untuk meluruskannya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers usai pertemuan menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang telah memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa diskusi tersebut menghasilkan kesamaan pandangan mengenai arah kebijakan politik luar negeri Indonesia.
“Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada semua undangan yang bersedia hadir memenuhi undangan Bapak Presiden pada sore juga malam hari ini. Kita bisa mencapai satu pemahaman yang sama tentang arah dan kebijakan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden, khususnya mengenai arah kebijakan politik luar negeri,” kata Menlu Sugiono.