Tersangka Tambang Illegal Masih 4 Orang, Ahok Masih Aman?
Hasil Operasi Satgas di Sarang Ikan dan Nadi, Bangka Tengah.-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Meski ada potensi sederet nama bisa jadi tersangka dalam kasus tambang illegal Sarang Ikan dan Nadi, Lubuk Besar, Bangka Tengah (Bateng), namun tampaknya pekan ini tersangka masih 4 orang.
Masing-masing Herman Fu, Iguswan Saputra, Yulhaidir als H Yul dan Mardiansyah (mantan kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan, Sungai Sembulan, Dishut Babel). Sementara, sederet nama lainnya
hingga saat ini baru berstatus saksi.
Dari sekian nama yang masih berstatus saksi itu, salah satunya paling banyak disorot karena perannya. Yaitu, Melvin Edlyn (ME) alias Ahok. Informasinya, dia adalah adik kandung tersangka Herman Fu.
Ahok dalam pusaran kasus yang berpotensi merugikan negara mencapai Rp 89.701.442.371 triliun itu sangat strategis. Yakni penampung -pasir timah- sekaligus penghubung ke pihak smelter swasta.
"Inisial ME masih saksi," ujar Kajati Sila Pulungan dalam keterangan persnya pekan lalu.
Ahok sudah 2 kali menjalani pemeriksaan selaku saksi di gedung Pidsus.
"Kalau dari keterangan-keterangan para saksi terutama pekerja dan istrinya, ME itu saudaranya Herman Fu. Keterangan istri mengatakan itu adiknya Herman Fu," ungkap sumber.
Kajati, Sila Pulungan, menyatakan, tersangka Herman Fu bertindak selaku pengendali koordinasi alat-alat berat yang bekerja di TKP. Tidak cukup di situ Herman Fu juga selaku penampung pasir timah lalu menjualkannya melalui saksi berinisial Melvin Edlyn als Ahok itu.
Sementara peran Igus dan H Yul adalah selaku penambang dengan alat berat. Selanjutnya hasil pasir timahnya diserahkan ke Herman Fu guna dijual kepada Ahok.
Peran Mardiansyah selaku kepala KPH Dishut. Dimana Mardiansyah telah melakukan pembiaran atas terjadinya ekspolitasi kawasan hutan secara ilegal dan masif itu.
Bagaimana yang lain? Bukankah ada 64 unit alat berat disita tim Satgas Pengamanan Kawasan Hutan (PKH) hanya di wilayah Bangka Tengah (Bateng) khususnya dari Kawasan hutan Lubuk Besar saja.
Dari 64 unit alat berat itu, 62 unit excavator dan 2 unit doser dengan berbagai merk. Seluruh alat berat itu juga masih kinclong.
Apakah 64 unit alat berat itu hanya punya kaitan dengan 4 tersangka itu saja?