Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Eks Ajudan Dominasi Ring 1 Prabowo, Hambat Komunikasi Presiden

Prabowo Subianto-screnshot-

MANTAN ajudan Presiden Prabowo Subianto mendominasi jajaran Ring 1 Istana dan jajaran kabinet. 

----------------

KOORDINATOR Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) M. Adnan, mengkritik luasnya dominasi barisan mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto.  Diketahui, banyak loyalis Prabowo yang kini menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

"Negara sebesar Indonesia tidak bisa dikelola dengan logika inner circle. Loyalitas memang penting, tetapi ia tidak pernah cukup untuk menggantikan kompetensi dan pengalaman. Ini akibat kesalahan para pembisik di sekitar Presiden," ujar Adnan.

Adnan mengambil contoh kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono, yang dinilai belum mampu memainkan peran strategis diplomasi Indonesia di panggung global. Ia menyebut, dalam praktiknya,  Kementerian Luar Negeri terlihat lebih berfungsi ajudan Presiden untuk urusan luar negeri, alih-alih menjadi institusi diplomasi yang memiliki visi dan arah besar.

Keluhan dari para duta besar Indonesia di berbagai negara, lanjut Adnan, mencerminkan problem serius lemahnya koordinasi, minimnya arahan strategis, serta absennya grand design diplomasi.  Kritik juga diarahkan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Adnan menilai minimnya pengalaman politik dan birokrasi membuat Kementerian Sekretariat Negara gagal berperan sebagai pusat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

"Kemensesneg hari ini terlihat lebih mirip kepala urusan persuratan di kecamatan, bukan command center negara," sindirnya.

Adnan juga menyoroti luasnya peran Seskab Letkol Teddy. Meski diakui sebagai figur muda dengan latar belakang militer dan loyalitas tinggi, Adnan menilai beban jabatan Seskab terlalu besar untuk level pengalaman yang dimiliki.

Dengan status eselon III namun memikul tugas strategis setara menteri mulai dari koordinasi kabinet, sinkronisasi kebijakan, hingga monitoring program yang hasilnya dinilai jauh dari memuaskan.

Adnan juga menyoroti figur-figur lain dari lingkaran yang sama, seperti Sudaryono (Wamen Pertanian) yang dinilai lebih sibuk tampil di podcast ketimbang mengurusi problem sektor pangan, serta Raka (Wamen Digital) dan jajaran juru bicara Presiden yang nyaris tak terdengar dalam menjelaskan arah dan capaian program pemerintahan kepada publik.

Adnan menegaskan, Presiden Prabowo perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap posisi-posisi strategis, terutama yang berfungsi sebagai simpul koordinasi nasional.

"Dominasi mantan ajudan harus segera di akhiri untuk efektifitas jalannya pemerintahan. Para pembisik di lingkar Presiden jangan hanya asal bapak senang", pungkasnya.***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan