Baca Koran babelpos Online - Babelpos

BPJ: Jangan Mau Dimanfaatkan:PLTN di Babel, Nol!

Bambang Patijaya-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), hingga saat ini masih nol.  Ini Kembali ditegaskan

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya yang biasa disapa BPJ.

Penegasan itu Kembali disampaikan BPJ kepada babelpos.id menanggapi terus berkembangnya wacana PLTN di Babel khususnya di Pulau Gelasa, Bangka Tengah (Bateng).  

''Pembangunan PLTN di Indonesia masih berada pada tahap perencanaan dan kajian jangka panjang.  Dan wacana tapak itu tak hanya Babel, tapi juga Kalimantan dan Sulawesi, itu baru wacana,'' ujar BPJ lagi.

Lebih jauh, BPJ Kembali menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian Indonesia --apalagi sampai menunjuk tegas Babel-- untuk membangun fasilitas yang masih banyak kontroversi tersebut.   

Negara juga belum mengambil keputusan terkait siapa yang akan mengelola energi nuklir itu, termasuk soal isu PLTN di Babel.  Karena belum ada pihak yang mampu memenuhi aspek perizinan dan standar internasional hingga saat ini.

''Ingat, harus ada izin nuklir internasional. Yaitu badan pengatur utamanya adalah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang merupakan pusat kerja sama global di bidang nuklir,'' ujar BPJ kemudian. 

Sementara menurut BPJ, pihak-pihak yang gencar di Babel sekarang ini belum memenuhi syarat dan 3 perizinan.  Baik Izin Perancang, Izin Pembangunan, dan Izin Operasinya.  Sehingga belum layak membangun PLTN di tingkat Indonesia apalagi maupun internasional.

Secara tegas BPJ menyatakan, ke 3 lisensi itu merupakan prasyarat mutlak dalam pembangunan PLTN.  Itu menyangkut desain reaktor, proses konstruksi, hingga operasional yang berimplikasi langsung pada keselamatan masyarakat lintas generasi.

BPJ mengingatkan agar masyarakat Babel tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengklaim membawa teknologi nuklir baru tanpa rekam jejak yang jelas. Beasiswa non-akademik

"Jangan mau dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan license.  Di seluruh dunia belum ada, dan mereka sendiri pun belum punya PLTN.  Masa Babel jadi kelinci percobaan? Jangan coba-coba," tegasnya.

BPJ juga menyebutkan bahwa Indonesia berencana mengembangkan PLTN berkapasitas 500 Megawatt dengan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dari Rusia. Namun, teknologi ini hanya bisa diterapkan di daerah yang benar-benar siap secara infrastruktur dan penerimaan masyarakat.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan