Menunggu Penyidikan Tambang Illegal Lubuk, Mengapa Semua Sebut Herman Fu?
Diantara Alat Berat yang Diamankan.-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Jurus berkelit cukong Herman Fu yang kepada BABELPOS mengaku cuma punya satu alat berat dan itupun diurus oleh salah satu stafnya dalam penambangan illegal di Kawasan Lubuk, Bangka Tengah (Bateng), tampaknya bakal sia-sia. Soalnya, semua Langkah dan jurus yang ia gunakan sudah terbaca oleh aparat sejak awal.
''Dari 10 orang yang telah diamankan dari 2 lokasi, 9 operator dan seorang pemilik alat berat," demikian ungkap Kepala Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Mayjend TNI Febriel Buyung Sikumbang dalam jumpa pers di lokasi Nadi, didampingi Dankorwil Babel Kolonel Amrul Huda saat awal-awal penertiban di Kawasan Lubuk dilakukan.
Dari sinilah Herman Fu sulit berkelit. Karena, Namanya sudah mengemuka sejak awal. Ditambah para operator menyebut namanya di depan Satgas hingga penyidik Kejati Babel. Dari sini pula penyidik Kejati terlihat dari awal sangat masif dan intensif memeriksa cukong satu ini.
Nama Herman Fu juga mencuat atas dugaan kepemilikan 14 alat berat excavator dan buldoser yang telah diamankan tim Satgas dari 2 lokasi hutan lindung dan produksi yakni Sarang Ikan dan Nadi, Lubuk, Bateng. Setelah namanya disebut operator, saat itulah Herman Fu dijemput guna dimintai keterangan di awal-awal lalu.
Di sisi lain, pemeriksaan di awal-awal itu, Herman Fu di hadapan petugas memang belum mengakui atas tuduhan kepemilikan 14 alat berat tersebut. Namun, dari pemeriksaan Herman Fu, tim Satgas berhasil mengantongi sederet nama-nama cukong lain yang diduga memiliki peran menyulap hutan Sarang Ikan dan Nadi jadi tambang illegal. Sederet nama tersebut yakni: Igus, Sofyan Fu dan Frengky.
Cukong Saling Bongkar
Kini, dari penyitaan 64 alat berat oleh Satgas PKH di Lubuk, yang disertai dengan pemeriksaan bahkan berlanjut ke penggeledahan para cukong oleh Penyidik Kejati Babel, sudah ada indikasi kasus tersebut naik ke tingkat penyidikan. Hanya saja, hingga saat ini publik masih menunggu-nunggu siapa tersangkanya.
Hal yang dikhawatirkan, akan ada orang-orang tertentu yang dijadikan 'tumbal' oleh sang cukong. Dan indikasi ke arah itu sudah terlihat, Ketika salah satu diantaranya mengaku tidak tahu menahu soal alat berat miliknya ada dimana, karena ada orang khusus yang memang ditugaskan menangani.
Namun, pola-pola demikian itu sudah terbaca oleh penyidik. Buktinya, meski ada pengakuan demikian, pihak penyidik Kejati Babel terus turun secara massif dan intensif melakukan pemeriksaan hingga ke penggeledahan ke cukong-cukong yang selama ini berkelit.
Di sisi lain, jeratan kasus yang mengarah ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini dipastikan juga akan ada pihak pengambil kebijakan yang terjerat. Buktinya, Kamis, 4 Desember 2025, Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel) kembali memeriksa kalangan pejabat di lingkungan Pemprov Babel. Kali ini pejabat di lingkungan Dinas Kehutanan (Dishut) Bambang Trisula (Plh. Dishut), Mardiansyah selaku kepala KPH Sungai Sembulan dan sederet pejabat lainnya.
Pemeriksaan untuk kesekian kalinya itu, nampak berlangsung sejak pagi di lantai 1 gedung Pidsus. Baru selesai pada sore hari ba'da Ashar. Sayang dua pejabat strategis di lingkungan Dishut ini ogah berkomentar setelah menjalani pemeriksaan. Mereka meminta wartawan bertanya langsung ke penyidik.
Untuk diketahui, Bambang Trisula juga menjabat selaku kabid perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan. Oleh penyidik Pidsus dinilai mengetahui soal perambahan kawasan hutan menjadi tambang oleh terduga kuat cukong Herman Fu Cs seluas 315,48 hektar. Dimana perambahan tersebut juga menggunakan 64 alat berat yang kini telah diamankan.
Tidak cukup di situ, Bambang Trisula juga sempat dicecar soal keberadaan bos-bos lainya dalam perambahan hutan yang viral di media. Mulai dari Sofyan, Aloysius, H Toni, Frengky, Tajudin, Hari alias Athian, Iben, Toyo dan Dong. Dimana para bos-bos tambang itu juga digeledah dan menjalani pemeriksaan yang sama di Pidsus.
Sementara Mardiansyah di awal lalu -usai pengamanan alat berat- juga telah diperiksa intensif oleh penyidik. Mardiansyah sendiri mengklaim tak kenal soal sederet nama cukong tersebut. “Bagaimana mau kenal dengan mereka (para cukong.red). Saya gak pernah ke lokasi, jadi bagaimana mau kenal,” elaknya kepada BABELPOS saat itu.***