Dua WNI Jadi Korban Kebakaran Hong Kong
Kebakaran Hongkong.-screnshot-
AKIBAT kebakaran hebat yang melanda komplek apartemen Wang Fuk Court di Tai Po Hong Kong, dua WNI dikabarkan jadi korban.
--------------
SEPERTI dilansir sebelumnya, telah terjadi kebakaran hebat di apartemen Wang Fuk Court pada Rabu, 26 November 2025. Insiden kebakaran ini paling mematikan yang terjadi di wilayah tersebut.
Dilaporkan menurut otoritas setempat, hingga pukul 14.00 atau nyaris 24 jam setelah kebakaran terjadi, setidaknya ada 55 orang tewas, yang mana 2 korban dengan status WNI. Adapun, jumlah WNI yang jadi korban dalam kebakaran tersebut disampaikan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, Yul Edison.
Yul mengatakan bahwa penjelasan atau informasi ini dari pihak pemerintah Hong Kong ke KJRI. Pihaknya akan terus memperbarui data WNI yang terkena dampak kebakaran besar tersebut.
Selain itu, Yul dan pihaknya mendatangi serta mencari WNI lainnya di sejumlah penampungan sementara untuk penghuni apartemen yang terbakar.
Kronologi Kebakaran
Melansir dari AFP, api berkobar besar melahap tiga blok apartemen sekaligus di Wang Fuk Court di Tai Po, distrik di bagian utara Hong Kong sekitar pukul 14.51 WIB. Diketahui, kompleks perumahan tersebut terdiri dari delapan bangunan dengan hampir 2.000 apartemen yang menampung sekitar 4.800 orang.
Api besar muncul membakar perancah bambu dan dengan cepat menjalar ke jaringan konstruksi yang terpasang di sisi luar sebelum akhirnya melahap ke bangunan lainnya. Hal ini menyebabkan beberapa gedung yang berdekatan terbakar hebat dengan api terang dan asap mengepul dari jendela.
Pihak berwenang telah mengerahkan ratusan petuga pemadam kebakaran, polisi, paramedis untuk memadamkan dan membantu evakuasi korban.
Insiden kebakaran ini membuat pihak berwenang menaikan status ke level 4 ke level 5 yakni level tertinggi dalam sistem peringatan di wilayah administratif khusus. Kebakaran ini menjadi level paling parah setelah 17 tahun sejak Hong Kong terakhir kali mengalami kebakaran tingkat lima.
Direktur Dinas Pemadaman Kebakaran, Andy Yeung menyampaikan selama operasi penyelamatan, timnya menemukan beberapa lembar papan polistirena yang menutup jendela apartemen. Papan yang mudah terbakar itu membuat api menyebar dengan cepat ke gedung-gedung pencakar langit.
"Keberadaan papan tersebut tidak biasa, sehingga kami telah menyerahkan temuan ini kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut," jelas Andy Yeung.
Selain papan polistirena, petugas juga menemukan banyaknya perancah bambu yang digunakan menutup sisi bangunan yang tengah direnovasi. Perancah bambu itu sering kali digunakan untuk menutupi bangunan saat menjalani konstruksi di Hong Kong.