Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Anutin Charnvirakul Menjadi PM Thailand

Anutin Charnvirakul Menjadi PM Thailand -screnshot-

THAILAND kembali bergolak dengan dinamika politik yang mendebarkan! 

-----------

PADA 5 September 2025, Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai, resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand ke-32 setelah meraih 311 suara di parlemen, mengalahkan kandidat Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri.

Dengan julukan “Noo” (tikus) dan rekam jejak sebagai “bapak ganja Thailand,” Anutin kini memimpin pemerintahan koalisi minoritas di tengah krisis politik dan ekonomi. 

Anutin, 58 tahun, bukan nama asing di politik Thailand. Lahir pada 13 September 1966, ia adalah putra Chavarat Charnvirakul, mantan Menteri Dalam Negeri dan pendiri Sino-Thai Engineering, perusahaan konstruksi raksasa di balik proyek seperti Bandara Suvarnabhumi.

Berpendidikan teknik industri dari Hofstra University, AS, Anutin memulai karier politik pada 1996 sebagai penasihat Menteri Luar Negeri.  Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Perdagangan, Menteri Kesehatan (2019-2023), dan Menteri Dalam Negeri (2023-2025).

Dikenal sebagai pengusaha sukses dan politisi pragmatis, Anutin punya sisi unik: ia gemar mengoleksi jimat Buddha, bermeditasi, dan menerbangkan pesawat untuk misi donasi organ darurat. Namun, ia juga menuai sorotan karena pernyataan kontroversialnya selama pandemi COVID-19 dan kebijakan dekriminalisasi ganja yang memicu debat sengrespons

Latar Belakang Pengangkatan

Anutin naik ke tampuk kekuasaan setelah Mahkamah Konstitusi memecat Paetongtarn Shinawatra pada 29 Agustus 2025 akibat pelanggaran etika terkait komunikasi dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.  Dalam pemungutan suara di parlemen, Anutin mengamankan dukungan 311 anggota DPR, termasuk dari Partai Rakyat (People’s Party), partai oposisi progresif, yang setuju mendukungnya dengan syarat ia mengadakan pemilu dalam empat bulan dan memulai amandemen konstitusi.

Keputusan ini menandai Anutin sebagai PM interim yang bertugas menjembatani transisi politik Thailand.

Agenda dan Tantangan Anutin

1. Pemilu Cepat: Anutin berjanji melarutkan parlemen dalam empat bulan, membuka jalan bagi pemilu pada April atau Mei 2026. Ini menjadi prioritas untuk menenangkan Partai Rakyat, yang menuntut reformasi demokrasi.

2. Reformasi Konstitusi: Ia mendukung referendum untuk mengganti konstitusi pro-militer 2014, sebuah langkah yang diharapkan mengurangi pengaruh militer dalam politik Thailand.

3. Krisis Ekonomi: Anutin menghadapi tantangan ekonomi berat, termasuk penurunan pariwisata akibat pandemi dan dampak tarif perdagangan AS di era Trump. Ia berjanji untuk memperkuat perekonomian lokal, terutama di wilayah timur laut, basis kuat Bhumjaithai.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan