Jenazah almarhum Adityawarman Dikebumikan, Sang Residivis Terus Diburu
Prosesi Pemakaman Adityawarman.-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Jenazah Adityawarman (48) wartawan yang juga pemilik media online di Pangkalpinang, tiba di rumah duka di Temberan, Airitam, Sabtu pagi (9/8), sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya jenazah telah melewati proses otoposi sejak malam di rumah sakit Bhayangkara Polda Bangka Belitung (Babel).
Setiba di rumah duka jenazah disambut isak tangis pihak keluarga, handai taulan, hingga rekan-rekan sesama wartawan yang sudah menanti sejak malam. Jenazah langsung dimandikan. Selanjutnya prosesi jenazah pun berlangsung cepat guna pemakaman. Usai dibawa ke masjid terdekat untuk disholatkan selanjutnya dikebumikan.
Jenazah dikebumikan sekitar pukul 07.05 WIB di pemakaman umum Sinar Bulan, Airitam. Pemakaman berlangsung dengan aman dan lancar. Nampak pelayat ramai dari berbagai kalangan terutama sesama rekan-rekan wartawan.
“Kita dari dunia pers Bangka Belitung sangat kehilangan sosok rekan wartawan yang ulet dan berani. Almarhum sebagai wartawan sangat kritis, dekat dengan sesama wartawan. Jadi pas beliau tiada tentu kita sangat kehilangan," kata Rikky Fermana salah satu wartawan.
Terkait kasus "Jumat kelam" hingga menghilangkan nyawa almarhum itu harus terus menjadi atensi. Menurutnya polisi harus bisa membongkar motif pembunuhan tragis ini.
"Pembunuhan tragis tersebut apa benar hanya sebatas motif pribadi antara bos dengan anak buah di kebunnya itu?" ucapnya.
"Atau ada motif yang terkait dengan tugas jurnalistik mengingat almarhum memang sedang menyorot dengan 2 pemberitaan kritis. Yakni terkait kasus oknum serta pertambangan liar, yang juga kuat dugaan menyeret oknum. Kita tunggu saja hasil penyidikan polisi," tukasnya.
Pelaku Terus Diburu
Seperti diketahui, pelaku yakni Martin als Akmal yang menghabisi serta melarikan mobil korban korban berhasil diamankan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat siang (8/8).
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Babel, Kombes M Rivai Arvan menyatakan kini Martin dan barang buktinya berupa mobil sedang diamankan di Polres setempat. "Kita langsung koordinasi dengan Polda Sumsel dan bantuan teknologi untuk mengamankan mobil milik korban yang kita perkirakan melintas di Sumsel. Alhamdulillah berhasil diamankan Polsek setempat, seorang terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan," kata Arvan usai olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kemarin.
Dikatakan Arvan, kalau berdasar manifes kapal penyeberangan dari Muntok mobil Toyota Terios putih milik korban dikendarai oleh 2 orang yakni Hasan (tukang kebun korban) dan Martin als Akmal itu. Hanya saja pas diamankan Polsek, Hasan terlebih dahulu kabur.
"Hasan ternyata tukang kebunnya korban. Tetapi sementara masih kabur saat diamankan di OKI," katanya.
"Bagi kita Polisi tidak ada istilah perfect crime, pasti terungkap. Karena akan ada jejak-jejak kejahatanya yang tertinggal. Doakan saja cepat terungkap ya," ucapnya.
Kepolisian dikatakanya terus menyelidiki motif peristiwa tragis ini. Terhadap Martin als Akmal terus dikembangkan.