Bupati Belitung Pastikan Stok BBM & LPG Aman Hingga Lebaran 2026
Bupati Belitung Pastikan Stok BBM & LPG Aman Hingga Lebaran 2026.-Antara-
TANJUNG PANDAN- Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di wilayah tersebut dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2026.
"Masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying). Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, stok kita dipastikan aman dan suplai terus berjalan," katanya usai melakukan mengunjungi Pertamina Patra Niaga Tanjungpandan, Rabu.
Bupati menjelaskan sidak tersebut dilakukan untuk merespons isu gangguan stok nasional yang sempat memicu kekhawatiran warga. Ia menegaskan bahwa ketahanan energi di Pulau Belitung sangat mencukupi dengan jadwal pengiriman rutin setiap empat hingga lima hari.
Berdasarkan data Fiel Terminal Tanjungpandan, ketahanan stok Pertamina Dex saat ini mencapai lebih dari 56 hari, sementara stok LPG tercatat bertahan hingga 13,3 hari dan akan kembali bertambah seiring masuknya kapal pengangkut pada 16 Maret mendatang. Sedangkan untuk jenis BBM Pertalite dan Biosolar, penyalurannya dipastikan lancar melalui siklus lima urutan kedatangan kapal selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri.
"Jangan termakan isu negatif di media sosial. Angka stok nasional yang berada di kisaran 20 hari itu adalah standar operasional penyimpanan yang akan terus diisi kembali. Pengiriman kapal ke Belitung tetap sesuai jadwal," ujarnya.
Dalam sidak tersebut, Bupati juga menginstruksikan pihak Pertamina Patra Niaga untuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik spekulan atau pengumpul yang memanfaatkan situasi menjelang hari besar keagamaan. ?"Fokus kita adalah menjamin BBM dan LPG sampai ke tangan masyarakat secara langsung, bukan tertahan di pengumpul yang bisa memicu gejolak harga atau kelangkaan di pasar," katanya.
Selain memastikan stok, Pemerintah Kabupaten Belitung juga mulai mensosialisasikan penggunaan kompor induksi sebagai alternatif energi yang lebih hemat. Berdasarkan kalkulasi, penggunaan kompor induksi dinilai 15 persen lebih murah dibandingkan LPG subsidi dan 60 persen lebih hemat dibanding LPG non-subsidi. "Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi energi tetap lancar demi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan kelangsungan pembangunan di Belitung," ujarnya. (ant)