Satgas TMMD Rehab Rumah yang Nyaris Roboh
Satgas TMMD Rehab Rumah yang Nyaris Roboh.-Ilham BABEL POS-
TOBOALI - Awan hitam dengan hembusan angin kuat di Desa Penutuk, membuat dada Iwan (45) selalu ikut sesak.
Hujan deras bukan hanya tentang dinginnya malam di Pulau Lepar, tetapi tentang ember-ember yang harus dipindahkan, anak yang digeser menjauh dari tetesan air, dan dinding kayu lapuk yang berderit diterpa angin laut.
Rumah itu nyaris roboh, atapnya bocor di banyak titik. Lantainya lembap dan tak lagi rata. Jika angin kencang datang dari laut, dinding rumah bergetar seperti tak sanggup bertahan lebih lama. Di sanalah Iwan membesarkan keluarganya, menyimpan harapan sekaligus menahan cemas setiap musim hujan tiba. Namun, ketakutan itu perlahan memudar, seiring puluhan pria dengan seragam loreng mulai merobohkan bahkan mencabut kayu kayu rapuh itu dengan serius.
Mengalir perlahan buliran air tampak di wajah Iwan dan keluarganya, rumah usang itu kini sudah tak tampak lagi bentuknya. Perlahan nan pasti, batu, semen, kayu, asbes bersusun rapi, anehnya, pria pria berseragam loreng ini secara ikhlas kembali mendirikan rumah usang itu.
Padahal mungkin tak layak dikatakan hunian, sudah rapuh, reot, berdecit keras ketika dihantam angin, tetesan air mengalir seiring derasnya hujan, yang akhirnya tertampung di wadah seadanya. Pelan dan pasti, tak lagi khawatir ketika hujan deras dengan tetesan air memenuhi rumah, tak lagi mendengar bunyian derit kayu yang saling menjaga satu sama lain agar tak tumbang. Kini Iwan bisa bersyukur dengan keluarga kecilnya menjadi lebih aman tanpa takut adanya tetesan air memasuki rumah dan angin Sepoi sepoi nan kuat.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0432/Bangka Selatan, rumah Iwan di Desa Penutuk, Kecamatan Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kini direhabilitasi. Hunian yang dulu nyaris ambruk kini berdiri lebih kokoh dan layak ditempati. “Kalau hujan deras, tidur pun tidak tenang. Atap bocor,” kenang Iwan, Sabtu (28/02).
Ketika Satgas TMMD pertama kali meninjau rumahnya, kondisinya memprihatinkan. Kayu penyangga mulai keropos.
Beberapa bagian lantai sudah rapuh. Cahaya matahari menembus celah atap yang tak lagi utuh. Proses pengerjaan tak selalu berjalan mulus. Cuaca Pulau Lepar sering berubah cepat.
Hujan tiba-tiba turun dan menghentikan aktivitas. Namun begitu matahari kembali muncul, para prajurit kembali bekerja tanpa banyak jeda. Di sela-sela kesibukan itu, Iwan kerap berdiri memandangi rumahnya yang perlahan berubah.
Matanya berkaca-kaca mengingat malam-malam panjang ketika harus memindahkan anaknya agar tak terkena tetesan air hujan.
Bagi Iwan, bantuan itu seperti jawaban atas doa yang lama dipanjatkan. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI.
Dulu rumah saya bocor dan dindingnya sudah lapuk. Sekarang sudah jauh lebih baik,” ucapnya pelan.
Seperti diketahui, program TMMD ke-127 Kodim 0432 Bangka Selatan, tak hanya menyasar rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan akses jalan menuju area persawahan sepanjang 5,5 kilometer juga menjadi fokus utama, dengan progres mencapai 64 persen. Sementara rehabilitasi RTLH telah menyentuh angka 70 persen.
Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD, Muhamad Muchidin, turun langsung meninjau pelaksanaan program di Desa Penutuk. Dalam kunjungannya, jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus rampung sebelum 11 Maret 2026, namun tetap mengedepankan kualitas. "Tadi sempat saya koreksi soal kerapian bangunan. Jangan hanya cepat selesai, tapi kualitas harus benar-benar diperhatikan. Mudah-mudahan 10 hari ke depan semuanya bisa dirampungkan dan rumah sudah bisa ditempati,” ujar Muchidin.