Tim Wasev TNI AD Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Penutuk
Tim Wasev TNI AD Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Penutuk.-Ilham BABEL POS-
TOBOALI - Kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), langsung meninjau progres pembangunan fisik dan nonfisik.
Peninjauan ini langsung dipimpin oleh Ketua Tim Wasev TMMD ke 127 Tahun anggaran 2026, Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Mayjen TNI M. Muchidin, beserta Paban Sterad Letkol Inf Isyad Mahdi Pane, Kasiter Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Kav Sigit Priyo Utomo, Dan satgas TMMD Ke-127 Dandim 0432/Basel Letkol Inf Agus Wicaksono Tim Kesehatan DKT Batin Tikal Pangkal Pinang dr. Ana, Sekda Basel Hefi Nuranda, Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi dan segenap forkopimda.
Tim Masev yang dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Muhammad Muchidin bersama rombongan mulai dari mendengarkan progres pembangunan baik dari jalan, renovasi rumah, pembangunan sumur bor untuk air bersih hingga melakukan penanaman ratusan pohon untuk pelestarian lingkungan. Kegiatan itu, dilakukan saat melakukan peninjauan sasaran TMMD ke-127 di wilayah Kodim 0432/Basel.
Mayjen Muchidin bersama jajaran dan unsur Forkopimda Basel turun langsung mengecek berbagai pembangunan tersebut.
Mayjen TNI Muchidin mengatakan, bahwa TMMD ke 127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0432/Basel melakukan pembukaan akses jalan sepanjang 5.500 meter di Desa Penutuk akan meningkatkan mobilitas warga serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. "Dengan membangun jalan, rumah, MCK, dan fasilitas umum lainnya, tentunya tingkat hidup masyarakat di desa ini juga ikut meningkat," ucapnya", Sabtu (28/02).
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada percepatan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Apalagi, pembukaan akses jalan sepanjang 5.500 meter di Desa Penutuk nantinya akan meningkatkan mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi baru.
Dengan adanya akses jalan yang baik, tentu aktivitas masyarakat akan meningkat. Maka dari itu, penghijauan menjadi penting agar dampak pembangunan tetap selaras dengan alam. "Kita akan terus berupaya mengejar pengerjaan ini, dan kita targetkan tanggal 11 Maret sudah selesai semua, kendati harus berpacu dengan alam yakni cuaca hujan," tegasnya.
Kegiatan Non Fisik dan Penanaman 600 Pohon
Dalam peninjauan ini tim Wasev juga melakukan peninjauan penanganan stunting, yang saat ini berbagai bentuk sosialisasi serta sedikit bantuan untuk menurunkan angka stunting di desa tersebut. Dalam penyampaiannya Mayjen TNI Muhamad Muchidin menyebutkan, melalui Satuan Tugas (Satgas) TMMD, TNI bersinergi dengan pemerintah daerah, puskesmas, serta kader posyandu untuk melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan gizi kepada ibu hamil dan balita, pemberian makanan tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan anak, hingga edukasi pola hidup bersih dan sehat. "Keterlibatan TNI dalam penanganan stunting merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.