Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Labkesda Basel Periksa 14 Sampel Takjil di Tiga Lokasi

Labkesda Basel Periksa 14 Sampel Takjil di Tiga Lokasi.-Ilham BABEL POS-

TOBOALI - Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memeriksa sejumlah sampel makanan takjil di Toboali. Pemeriksaan ini guna memastikan makanan tersebut bebas dari zat zat berbahaya, seperti Rhodamin, Boraxs, dan formalin.

Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan  pengendalian Penyakit  Masyarakat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel Slamet Wahidin mengatakan, pada hari ini pihaknya bersama DKUKMindag, Puskesmas Toboali menindaklanjuti surat edaran dari Kemenkes untuk di lakukan pembinaan dan pengawasan pangan. "Kita mulai dari pukul 15.00 Wib tadi, sudah memeriksa 14 sampel makanan di tiga lokasi," ucapnya, Rabu (25/02).

"Tiga lokasi yang di periksa sampel makanan takjil ini di Teladan 1 atau Cik Ros, Jalan Jenderal Soedirman dan Himpang Lima Habang," imbuhnya. 

Berdasarkan pemeriksaan oleh teman teman Labkesda dari 14 sampel makanan ini semuanya aman dan tidak ada zat zat yang berbahaya seperti Rhodamin, Boraxs maupun Formalin. Untuk makanan yang diperiksa sampelnya ini semuanya berbentuk makanan padat yakni, kue kue, jajanan pasar dan lainnya. Tidak ada pemeriksaan sampel untuk minuman, karena sampel yang diperiksa tadi makanan yang dicurigai. "Allhamdulillah,.14 sampel makanan tadi di tiga lokasi tidak ditemukan adanya zat zat berbahaya," terangnya. 

Dikatakan Slamet, pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar lebih teliti serta jeli dalam memilih makanan untuk berbuka puasa nanti. Adapun caranya dengan melihat tekstur makanan,   dan bau makanan tersebut. Sedangkan kepada para pedagang agar jangan sampai menjual makanan olahan dengan menambahkan zat zat yang berbahaya. Karena bisa membahayakan bagi masyarakat yang memakannya. "Intinya masyarakat lebih teliti ketika membeli makanan dengan melihat tekstur dan baunya. Kepada para pedagang agar jujur dan tidak menggunakan zat zat berbahaya dalam produk olahannya," pungkasnya. (im)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan