Petani Penutuk Sebut Program TMMD Berdampak Besar Tingkatkan Produksi
TOBOALI - Para petani maupun masyarakat Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), menyambut baik kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dinilai memberi dampak besar bagi sektor pertanian di wilayah kepulauan tersebut. Program TMMD yang dilaksanakan Kodim 0431/Bangka Selatan ini difokuskan pada penguatan sentra pertanian, khususnya peningkatan akses menuju area persawahan barat yang memiliki luasan lebih dari 200 hektare.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan, aktivitas petani diharapkan semakin lancar dan mampu mendorong peningkatan produksi padi. Saat ini, lahan persawahan tersebut telah mencapai Indeks Pertanaman (IP) 200 dan ditargetkan meningkat menjadi IP 300, dengan hasil produksi rata-rata sekitar 3,5 ton per hektare.
Salah satu petani yang juga Manager Brigade Pangan Desa Penutuk, Derry mengatakan, bahwa kehadiran TMMD sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperbaiki akses jalan yang sebelumnya terbatas. “Kalau sebelumnya jalan ke sawah barat hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, sekarang rencananya akan diperlebar menjadi tujuh meter,” ungkap Derry, Rabu (11/02).
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Gapoktan Lepar Lestari Lim, langkah prajurit TNI dalam mendukung pembangunan desa. Ia menyebut pembangunan jalan di kawasan Sawah Barat akan dilakukan sepanjang 5,5 kilometer. “Dengan adanya TMMD ini, jalan yang dulunya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat kini bisa dilalui dua kendaraan. Ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat Desa Penutuk,” katanya.
Meski demikian, Lim yang juga Ketua KTNA Kecamatan Lepar berharap ke depan pembangunan juga menyentuh kawasan persawahan bagian timur. Pasalnya, Desa Penutuk memiliki dua sentra persawahan utama, yakni di bagian barat dan timur.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem irigasi untuk mendukung pengairan sawah. Selama ini, petani masih mengandalkan aliran sungai tanpa dukungan infrastruktur irigasi yang memadai. “Pintu klep untuk menahan air pasang laut juga belum ada. Saat musim barat, air sawah bercampur air asin dan bisa menyebabkan gagal panen,” terangnya.
"Kami berharap dengan adanya TMMD ini bisa meningkatkan produksi padi, dan juga Sarpras pertanian juga bisa dilengkapi," tambahnya.
Program TMMD di wilayah kepulauan Desa Penutuk ini akan berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan ratusan personel TNI dari Kodim 0432/Basel dan Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung. Adapun kegiatan fisik yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer, pembuatan satu titik sumur bor, pembangunan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi satu unit masjid.
Sementara itu, kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan kamtibmas, posyandu, serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Melalui kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah, program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Desa Penutuk. (im)