Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pendapatan Daerah Bangka Selatan Masih Didominasi Dana Transfer

Pendapatan Daerah Bangka Selatan Masih Didominasi Dana Transfer.-Ilham BABEL POS-

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bangka Selatan (Basel) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu penopang utama kemandirian fiskal daerah. Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Basel menargetkan PAD sebesar Rp100,7 miliar, meningkat signifikan dibandingkan target tahun 2024 yang berada di kisaran Rp. 83,4 miliar.

PAD merupakan pendapatan yang bersumber dari potensi daerah, meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.  Peningkatan target tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Keuangan Daerah (Bakuda) Arianto mengatakan, bahwa di 2025 kemarin PAD mencapai Rp.96,36 Miliar atau 90 persen dari target PAD Rp. 100,7 miliar.  "Pencapaian PAD di tahun 2025 kemarin sekitar 90 persen yakni Rp. 96,36 persen dari target yang mencapai Rp. 100,7 miliar," terangnya, Senin (12/01).

Meski demikian, realisasi PAD pada tahun sebelumnya masih menjadi tantangan. Pada 2024, capaian PAD belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan, sehingga menjadi perhatian bersama untuk dilakukan evaluasi dan optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola pendapatan.

Sementara itu, secara struktur keuangan daerah, Pendapatan Daerah Pemkab Basel  masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pendapatan transfer tersebut meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Bagi Hasil (DBH) yang selama ini menjadi sumber utama pembiayaan APBD.

"Kita masih didominasi Pendapatan Daerah dari DAU, DAK, serta DBH. Adapun Realisasi Rp.  847,043 miliar atau 96 persen," ujarnya. 

Bukan itu saja, untuk Opsen pajak  kendaraan 2025  sekitar 77persen, atau Rp. 10, 303 miliar. Sedangkan Opsen bea balik nama  mencapai 117 persen atau Rp. 7,7 miliar. Dengan adanya Opsen pajak ini sangat membantu pembangunan di daerah, terutama infrastruktur maupun program lainnya. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap dana transfer masih cukup tinggi, sementara kontribusi PAD terhadap total Pendapatan Daerah relatif kecil. Oleh karena itu, Pemkab Basel terus mendorong penggalian potensi lokal, peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, serta penguatan sektor-sektor unggulan daerah.

"Oleh sebab itu, dengan peningkatan PAD yang berkelanjutan, diharapkan Basel  dapat memperkuat kemandirian fiskal, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, serta mempercepat pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (im)

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan